Memburu Santapan Karuhun yang Ekslusif dan Langka di Purwakarta

Sabtu, 18 Juli 2020 - 10:22 WIB
loading...
A A A
SINDO sengaja pergi sejak pagi buta, karena lokasinya cukup jauh, sekitar 35 kilometer ke arah timur. Meskipun jalan yang dilalui cukup mulus namun banyak tanjakan terjal, turunan curam dan belokan tajam. Makklum lokasi yang dituju itu berada di lereng Gunung Burangrang.

Benar saja, begtu samapai lokasi kesibukan warga terlihat. Ibu-ibu sibuk mengulek bumbu dasar yang didapat dari kebun samping rumah. Beberapa ayam kampung dan ikan sudah dibersihkan terlihat berada di dalam kuali. Bapak-bapaknya pun sedang menyiapkan pembakaran dari kayu bakar. Sesekali mereka mengipas bara api agar tetap menyala. (Baca juga: Ini 5 Makanan yang Sedang Viral di Media Sosial)

Satu-satunya perajin leumeung yang masih mempertahankan tradisi itu, yakni H Dayat, 61, warga Kampung Krajan RT 14/1 Desa Cikeris, Kecamatan Bojong merupakan orang yang dipercaya menyiapkan penganan langka dan unik itu. Di sela-sela mengolah leumeung, dia pun bercerita tentang penganan yang diyakini sudah ada jauh sebelum sate maranggi berkembang di Purwakarta.

Menurutnya, kemampuan membuat leumeung ini dapat dari bapak dan kakeknya dulu. Saat ini hanya dirinyalah yang masih memproduksi penganan tradisonal itu. Terutama disaat ada momen tertentu, seperti penyambutan tamu wakil rakyat itu.“Saya tidak tahu persis kapan leumeung itu ada, yang jelas ini merupakan makanan para karuhun (leluhur). Hanya saja, dulu waktu masih kecil suka diajak ngaleumeng di sawah bersama keluarga atau tetangga. Mungkin penganan ini dibuat karena memanfaatkan sumber daya alam yang ada. Bumbu dasar, seperti batang kecombrang, daun salam, sereh, kunyit, kemiri dan bawang daun banyak tersedia di kebun. Bahkan, banyak warga yang memelihara ayam, ikan atau domba. Jadi tinggal ngolah saja,”ungkap H Dayat kepada KORAN SINDO.

Dia pun menyebutkan, dari mulai mengolah bumbu, membakar hingga tersaji untuk disantap, membutuhkan waktu sekitar 5 jam. Uniknya bagian dalam dari potongan bambu yang digunakan sebagai media memasak, tidak dibersihkan dulu. “Justru serbuk alami yang berada di dalam bambu itulah memberikan cita rasa tersendiri. Rasanya akan berbeda jika dibersihkan dulu,”ungkapnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menjelajah Rasa Surabaya...
Menjelajah Rasa Surabaya lewat Deretan Kuliner Legendaris Pilihan ShopeeFood
Kopi Spesial Terjangkau...
Kopi Spesial Terjangkau Jadi Pilihan Baru untuk Penikmat Kopi Harian
Studio Billy Ubah Senopati...
Studio Billy Ubah Senopati Jadi Ruang Nongkrong Urban, Santai dan Intim
Menikmati Daging Sapi...
Menikmati Daging Sapi Berkualitas Tinggi dengan Finishing Lokal
Tren Bold Flavor Kian...
Tren Bold Flavor Kian Populer, Kreasi Black Toast Makin Diminati
Brunch Ikonik Bali Ini...
Brunch Ikonik Bali Ini Berubah Total, Sajikan Seafood Premium Racikan Baru
Mahasiswa IP Trisakti...
Mahasiswa IP Trisakti Raih 3 Medali di Salon Culinaire Bali 2026
Strategi Transformasi...
Strategi Transformasi Sabana Usai Dua Dekade Eksis
Ketum Gerakan Dapur...
Ketum Gerakan Dapur Indonesia Kembangkan Kuliner Tanah Air di China
Rekomendasi
AS Hendak Beli Kepulauan...
AS Hendak Beli Kepulauan Chagos, Ini Tujuannya
IRGC Serang 3 Pangkalan...
IRGC Serang 3 Pangkalan Militer Zionis, Israel Gempur 5 Kota Iran
Rudal Iran Guncang Israel,...
Rudal Iran Guncang Israel, Trump: Netanyahu Tak Boleh Balas Dendam
Berita Terkini
Kate Middleton Bertemu...
Kate Middleton Bertemu Mantan Kekasihnya Rupert Finch, Begini Kisah Cinta Mereka
Jadi Atensi Publik,...
Jadi Atensi Publik, Kejaksaan Siapkan 7 Jaksa Senior Kawal Sidang Richard Lee
Bukan Sekadar Cantik,...
Bukan Sekadar Cantik, Peserta Audisi Miss Indonesia 2026 Surabaya Tunjukkan Kualitas dan Bakat
Jessica Janie Ungkap...
Jessica Janie Ungkap Kunci Lolos Miss Indonesia 2026, Jadi Diri Sendiri dan Jangan Menyerah
Kejari Tangerang Tegaskan...
Kejari Tangerang Tegaskan Tak Ada Perlakuan Khusus untuk Dokter Richard Lee di Lapas
Hari Kedua Audisi Miss...
Hari Kedua Audisi Miss Indonesia 2026 Membludak, Talenta Muda Surabaya Tunjukkan Pesonanya
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved