Dekan FIB UI: Kampus Sangat Kehilangan Prof. Sapardi
Minggu, 19 Juli 2020 - 15:25 WIB
loading...
A
A
A
“Prof. Sapardi merupakan seorang guru, sahabat, dan kolega. Kami semua di kampus sangat kehilangan dengan kepergian almarhum yang kita kenal dengan dekat dan akrab. Beliau merupakan orang yang sangat bersahaja. Hari ini, bukan saja FIB UI yang kehilangan guru besarnya, tetapi Indonesia juga harus melepas salah satu anak bangsa yang turut berperan mengangkat harkat bangsa melalui karya dan pengabdiannya pada seni budaya Indonesia,” kata Adrianus pada Minggu (19/7).
Selain menyandang gelar guru besar FIB UI, almarhum dikenal luas sebagai sastrawan dan penulis yang syair-syairnya telah dikenal sepanjang zaman di berbagai kalangan usia, juga diterjemahkan di berbagai bahasa asing. Kiprah almarhum telah mengantarkan beliau meraih berbagai penghargaan nasional maupun mancanegara, termasuk di bidang sastra. (Baca Juga: Keluarga dan Pesohor Menangis Usai Dengar Lirik "12 Tahun Terindah" BCL )
Penghargaan yang diraih Sapardi di antaranya Cultural Award dari pemerintah Australia (1978), Anugerah Puisi-Puisi Putera II dari Malysia (1980), Anugerah Seni dari Depdikbud (1990), Kalyana Kretya dari Menristek (1996), The Achmad Bakrie Award for Literature (2003), Khatulistiwa Award (2003), dan Penghargaan dari Akademi Jakarta (2012).
“Selamat jalan untuk guru, sahabat, dan kolega, Prof. Sapardi Djoko Damono. Semoga Tuhan berkenan memberi tempat terbaik di sisi-Nya,” pungkas sang Dekan.
Selain menyandang gelar guru besar FIB UI, almarhum dikenal luas sebagai sastrawan dan penulis yang syair-syairnya telah dikenal sepanjang zaman di berbagai kalangan usia, juga diterjemahkan di berbagai bahasa asing. Kiprah almarhum telah mengantarkan beliau meraih berbagai penghargaan nasional maupun mancanegara, termasuk di bidang sastra. (Baca Juga: Keluarga dan Pesohor Menangis Usai Dengar Lirik "12 Tahun Terindah" BCL )
Penghargaan yang diraih Sapardi di antaranya Cultural Award dari pemerintah Australia (1978), Anugerah Puisi-Puisi Putera II dari Malysia (1980), Anugerah Seni dari Depdikbud (1990), Kalyana Kretya dari Menristek (1996), The Achmad Bakrie Award for Literature (2003), Khatulistiwa Award (2003), dan Penghargaan dari Akademi Jakarta (2012).
“Selamat jalan untuk guru, sahabat, dan kolega, Prof. Sapardi Djoko Damono. Semoga Tuhan berkenan memberi tempat terbaik di sisi-Nya,” pungkas sang Dekan.
(tsa)
Lihat Juga :