CERMIN: Panggung Srimulat dan Perspektif Orang Luar
Sabtu, 01 April 2023 - 08:16 WIB
loading...
A
A
A
Pendekatan yang diambil Nugros yang langsung memperlihatkan Srimulat sebagai grup yang ajek, meski bisa jadi brilian tapi cenderung berisiko terutama bagi mereka yang tak punya referensi cukup soal Srimulat. Termasuk saya.
Seperti yang sudah saya utarakan di awal, samar-samar saya mengingat penampilan mereka ketika saya masih bocil di TVRI tapi tak lebih dari itu. Akibatnya, sebagai orang luar (non-Jawa), saya bergulat dengan referensi itu sepanjang durasi filmnya. Sesekali saya terbahak, kali lain saya hanya manggut-manggut sembari mendengar penonton lain tertawa.
![CERMIN: Panggung Srimulat dan Perspektif Orang Luar]()
Foto: IDN Pictures/MNC Pictures
Tapi soal pendekatan panggung dan perspektif saya sebagai orang luar hampir pasti tidak berkorelasi dengan kekaguman saya melihat tata artistik luar biasa untuk latar tahun 1980-an dan terutama untuk akting dari seluruh pemain. Bisa jadi ini adalah salah satu film Indonesia yang dirilis tahun lalu dengan ensemble akting paling solid. Tidak tampak ada yang ingin mencuri perhatian, semuanya hadir dengan porsinya masing-masing.
Begitupun ada Bio One dan Elang El Gibran yang menyita perhatian. Saya pernah membantu promosi film Anak Ajaibketika Bio masih cilik dan terkagum melihat transformasinya menjadi aktor serius. Saya ikut terharu melihat cuplikan video ketika istri almarhum Gepeng yang gemas betul dengan Bio dan terus menjawil pipinya.
Sementara Elang meyakinkan sekali sebagai Basuki. Kebetulan memang Bio dan Elang sering berada dalam satu frame dan saya selalu menunggu momen itu dalam film ini. Dua aktor seperti dilahirkan kembali oleh Nugros melalui Srimulat: Hil yang Mustahal.
Saya ingat pernah menonton film China berjudul Quittingdari sutradara Zhang Yang rilisan tahun 2001. Sepanjang durasi filmnya, kita tak sadar bahwa setiap adegan dimainkan di atas panggung. Saya sempat berharap Srimulat: Hil yang Mustahalyang dibuka di atas panggung juga mengakhiri filmnya di atas panggung.
![CERMIN: Panggung Srimulat dan Perspektif Orang Luar]()
Foto: IDN Pictures/MNC Pictures
Seperti yang sudah saya utarakan di awal, samar-samar saya mengingat penampilan mereka ketika saya masih bocil di TVRI tapi tak lebih dari itu. Akibatnya, sebagai orang luar (non-Jawa), saya bergulat dengan referensi itu sepanjang durasi filmnya. Sesekali saya terbahak, kali lain saya hanya manggut-manggut sembari mendengar penonton lain tertawa.

Foto: IDN Pictures/MNC Pictures
Tapi soal pendekatan panggung dan perspektif saya sebagai orang luar hampir pasti tidak berkorelasi dengan kekaguman saya melihat tata artistik luar biasa untuk latar tahun 1980-an dan terutama untuk akting dari seluruh pemain. Bisa jadi ini adalah salah satu film Indonesia yang dirilis tahun lalu dengan ensemble akting paling solid. Tidak tampak ada yang ingin mencuri perhatian, semuanya hadir dengan porsinya masing-masing.
Begitupun ada Bio One dan Elang El Gibran yang menyita perhatian. Saya pernah membantu promosi film Anak Ajaibketika Bio masih cilik dan terkagum melihat transformasinya menjadi aktor serius. Saya ikut terharu melihat cuplikan video ketika istri almarhum Gepeng yang gemas betul dengan Bio dan terus menjawil pipinya.
Sementara Elang meyakinkan sekali sebagai Basuki. Kebetulan memang Bio dan Elang sering berada dalam satu frame dan saya selalu menunggu momen itu dalam film ini. Dua aktor seperti dilahirkan kembali oleh Nugros melalui Srimulat: Hil yang Mustahal.
Saya ingat pernah menonton film China berjudul Quittingdari sutradara Zhang Yang rilisan tahun 2001. Sepanjang durasi filmnya, kita tak sadar bahwa setiap adegan dimainkan di atas panggung. Saya sempat berharap Srimulat: Hil yang Mustahalyang dibuka di atas panggung juga mengakhiri filmnya di atas panggung.

Foto: IDN Pictures/MNC Pictures
Lihat Juga :