Tanda Awal Gagal Jantung, Ini 5 Gejala yang Perlu Diwaspadai
loading...
A
A
A
JAKARTA - Ada tanda awal gagal jantung yang harus diwaspadai. Gagal jantung merupakan masalah kesehatan global yang mempengaruhi sekitar 64 juta orang di seluruh dunia. Studi menunjukkan bahwa gagal jantung menyebabkan tingkat kematian yang tinggi.
Kebiasaan gaya hidup yang buruk seperti pola makan yang tidak sehat, konsumsi alkohol, merokok, kurang aktivitas fisik, dan stres dapat berkontribusi pada perkembangan penyakit kardiovaskular, termasuk gagal jantung .
Seringkali, gagal jantung berkembang sebagai hasil dari berbagai faktor risiko seperti serangan jantung. Seperti tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol, diabetes tipe-2, gangguan lipid, obesitas, penyakit ginjal kronis, anemia, penyakit jantung rematik, atau hanya terkait dengan penuaan.
Deteksi dini gejala dan tanda bersama dengan intervensi medis tepat waktu dapat secara signifikan mengurangi risiko gagal jantung yang memburuk, berpotensi mengurangi rawat inap atau kematian. Berikut gejala gagal jantung yang harus diwaspadai dilansir dari India.com, Rabu (5/4/2023).
Ketika jantung tidak dapat memompa darah beroksigen yang cukup untuk memenuhi kebutuhan tubuh, darah dialihkan dari organ seperti otot atau anggota badan ke organ vital seperti otak atau ginjal. Oleh karena itu, pasien dengan gagal jantung merasa lelah sebagian besar waktu dan membutuhkan waktu lebih lama dari biasanya untuk pulih dari kelelahan.
Seiring waktu, kelelahan terjadi dan menyebabkan penurunan kemampuan untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Seperti berjalan atau menaiki tangga.
Penumpukan cairan berlebihan di paru-paru karena pemompaan jantung yang tidak memadai menyebabkan batuk, mengi, dan kesulitan bernapas.
Edema atau pembengkakan di area pergelangan kaki dan kaki terjadi ketika ada pengumpulan cairan di kaki bagian bawah setelah jantung tidak dapat memompa darah kembali secara efisien. Jika tidak diobati, pembengkakan dapat naik ke paha dan perut, mengakibatkan kenaikan berat badan dan mobilitas terbatas.
Ketika aliran darah dari jantung melambat, darah kembali ke pembuluh darah bocor kembali ke paru-paru. Cairan ini menyulitkan karbon dioksida dalam darah untuk ditukar dengan oksigen segar, menyebabkan kesulitan bernapas. Orang dengan gagal jantung akan mengalami sesak napas selama aktivitas normal sehari-hari, atau bahkan saat istirahat.
Kebiasaan gaya hidup yang buruk seperti pola makan yang tidak sehat, konsumsi alkohol, merokok, kurang aktivitas fisik, dan stres dapat berkontribusi pada perkembangan penyakit kardiovaskular, termasuk gagal jantung .
Seringkali, gagal jantung berkembang sebagai hasil dari berbagai faktor risiko seperti serangan jantung. Seperti tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol, diabetes tipe-2, gangguan lipid, obesitas, penyakit ginjal kronis, anemia, penyakit jantung rematik, atau hanya terkait dengan penuaan.
Deteksi dini gejala dan tanda bersama dengan intervensi medis tepat waktu dapat secara signifikan mengurangi risiko gagal jantung yang memburuk, berpotensi mengurangi rawat inap atau kematian. Berikut gejala gagal jantung yang harus diwaspadai dilansir dari India.com, Rabu (5/4/2023).
Tanda Awal Gagal Jantung
1. Kelelahan
Ketika jantung tidak dapat memompa darah beroksigen yang cukup untuk memenuhi kebutuhan tubuh, darah dialihkan dari organ seperti otot atau anggota badan ke organ vital seperti otak atau ginjal. Oleh karena itu, pasien dengan gagal jantung merasa lelah sebagian besar waktu dan membutuhkan waktu lebih lama dari biasanya untuk pulih dari kelelahan.
2. Keterbatasan Aktivitas
Seiring waktu, kelelahan terjadi dan menyebabkan penurunan kemampuan untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Seperti berjalan atau menaiki tangga.
3. Penumpukan Cairan
Penumpukan cairan berlebihan di paru-paru karena pemompaan jantung yang tidak memadai menyebabkan batuk, mengi, dan kesulitan bernapas.
4. Edema
Edema atau pembengkakan di area pergelangan kaki dan kaki terjadi ketika ada pengumpulan cairan di kaki bagian bawah setelah jantung tidak dapat memompa darah kembali secara efisien. Jika tidak diobati, pembengkakan dapat naik ke paha dan perut, mengakibatkan kenaikan berat badan dan mobilitas terbatas.
5. Sesak Napas
Ketika aliran darah dari jantung melambat, darah kembali ke pembuluh darah bocor kembali ke paru-paru. Cairan ini menyulitkan karbon dioksida dalam darah untuk ditukar dengan oksigen segar, menyebabkan kesulitan bernapas. Orang dengan gagal jantung akan mengalami sesak napas selama aktivitas normal sehari-hari, atau bahkan saat istirahat.
(dra)