Evolusi Menikmati Lagu, dari Fonograf hingga Streaming
Selasa, 21 Juli 2020 - 23:23 WIB
loading...
A
A
A
Inovasi dalam industri musik terus mengalami perkembangan. Pada 1963, Philips memperkenalkan compact cassette untuk kali pertama di Eropa. Kaset merupakan pita magnetik yang mampu merekam data dengan format suara . Semakin populer di industri musik , pita kaset pun mulai menggeser piringan hitam. Selama kurun waktu 1970 hingga 1990-an, kaset menjadi salah satu format media yang paling umum digunakan industri musik .
Agar dapat menikmati musik atau suara yang ada di dalam kaset pita, maka diperlukan alat pemutarnya yakni tape pemutar kaset maupun radio tape. Melalui radio tape, selain digunakan sebagai pemutar kaset, juga bisa digunakan untuk mendengarkan siaran radio dari stasiun radio.
Namun, kebiasaan mendengarkan musik dari kaset mengalami perubahan, setelah perusahaan asal Jepang, Sony memperkenalkan Walkman pada 1979. Dengan pemutar kaset audio yang portable, seseorang dapat mendengarkan musik di mana saja.
Masa-masa kejayaan kaset audio sedikit demi sedikit mulai tergerus dengan kepopuleran cakram padat (CD) dan alat pemutarnya (CD player). Bahkan, di masa ini, Sony kembali memperkenalkan CD Player portabel ciptaannya yang diberi nama Discman.
Apabila sebelumnya mendengarkan musik biasa dilakukan melalui pemutar piringan hitam, kaset hitam hingga CD, maka pada akhir 2000-an hadir MP3 player atau alat pemutar audio dalam data berformat mp3. Dengan alat tersebut, sang pemilik bisa menyimpan lagu dengan jumlah yang lebih banyak.
Agar dapat menikmati musik atau suara yang ada di dalam kaset pita, maka diperlukan alat pemutarnya yakni tape pemutar kaset maupun radio tape. Melalui radio tape, selain digunakan sebagai pemutar kaset, juga bisa digunakan untuk mendengarkan siaran radio dari stasiun radio.
Namun, kebiasaan mendengarkan musik dari kaset mengalami perubahan, setelah perusahaan asal Jepang, Sony memperkenalkan Walkman pada 1979. Dengan pemutar kaset audio yang portable, seseorang dapat mendengarkan musik di mana saja.
Masa-masa kejayaan kaset audio sedikit demi sedikit mulai tergerus dengan kepopuleran cakram padat (CD) dan alat pemutarnya (CD player). Bahkan, di masa ini, Sony kembali memperkenalkan CD Player portabel ciptaannya yang diberi nama Discman.
Apabila sebelumnya mendengarkan musik biasa dilakukan melalui pemutar piringan hitam, kaset hitam hingga CD, maka pada akhir 2000-an hadir MP3 player atau alat pemutar audio dalam data berformat mp3. Dengan alat tersebut, sang pemilik bisa menyimpan lagu dengan jumlah yang lebih banyak.
Lihat Juga :