Laku Bablas Selebritas Sepelekan Bahaya Virus Corona
Rabu, 22 Juli 2020 - 08:18 WIB
loading...
A
A
A
Faktor ketiga, menurut Bagong, selebritas perlu meningkatkan popularitas. Hal yang sama juga berlaku pada influencer di media sosial yang ingin menambah jumlah followers.
Peran selebritas dinilai penting dalam memengaruhi publik di tengah situasi pandemi ini. Hal itu juga disadari Presiden Joko Widodo (Jokowi). Pada Selasa (14/7/2020) Jokowi mengundang sejumlah artis Tanah Air ke Istana Merdeka, Jakarta. Pertemuan tertutup itu membahas berbagai hal, di antaranya Jokowi meminta agar selebritas menyosialisasikan protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19. Selebritas yang hadir di antaranya Ari Lasso, Andre Taulany, Raffi Ahmad, Desta, dan Boy William. (Lihat videonya: Miris, Tak Punya HP Anak Pemulung Numpang Belajar di Rumah Tetangga)
Bagong menyebut Jokowi melakukan itu karena sadar bahwa butuh pendekatan persuasif untuk menyukseskan kampanye melawan virus korona di kalangan anak muda. Selama ini pemerintah lebih banyak berbicara bahaya korona dari aspek medisnya, misalnya yang disampaikan oleh Gugus Tugas Penanganan Covid-19. Hal seperti ini dinilai tidak menarik minat kalangan milenial. Maka itu digunakanlah peran selebritas. “Anak muda butuh idiom. Makanya selebritas itu dijadikan model untuk mengampanyekan bahwa protokol kesehatan itu bagian lifestyle,” ujar Bagong. (Bakti M Munir)
Peran selebritas dinilai penting dalam memengaruhi publik di tengah situasi pandemi ini. Hal itu juga disadari Presiden Joko Widodo (Jokowi). Pada Selasa (14/7/2020) Jokowi mengundang sejumlah artis Tanah Air ke Istana Merdeka, Jakarta. Pertemuan tertutup itu membahas berbagai hal, di antaranya Jokowi meminta agar selebritas menyosialisasikan protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19. Selebritas yang hadir di antaranya Ari Lasso, Andre Taulany, Raffi Ahmad, Desta, dan Boy William. (Lihat videonya: Miris, Tak Punya HP Anak Pemulung Numpang Belajar di Rumah Tetangga)
Bagong menyebut Jokowi melakukan itu karena sadar bahwa butuh pendekatan persuasif untuk menyukseskan kampanye melawan virus korona di kalangan anak muda. Selama ini pemerintah lebih banyak berbicara bahaya korona dari aspek medisnya, misalnya yang disampaikan oleh Gugus Tugas Penanganan Covid-19. Hal seperti ini dinilai tidak menarik minat kalangan milenial. Maka itu digunakanlah peran selebritas. “Anak muda butuh idiom. Makanya selebritas itu dijadikan model untuk mengampanyekan bahwa protokol kesehatan itu bagian lifestyle,” ujar Bagong. (Bakti M Munir)
(ysw)
Lihat Juga :