Laku Bablas Selebritas Sepelekan Bahaya Virus Corona
Rabu, 22 Juli 2020 - 08:18 WIB
loading...
A
A
A
Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) menyatakan tidak seharusnya ada pihak yang meremehkan bahaya Covid-19. Satgas Waspada dan Siaga NCOV PB IDI, Erlina Burhan, mengatakan, angka penderita di Indonesia saat ini sudah melampaui China. Bahkan setiap hari pasien baru terus bertambah hingga ribuan. Jumlah kematian juga terus meningkat. “Bahkan pada Minggu (19/7/2020) kematian mencapai 120 orang sehari. Jadi di mana tidak bahayanya?” kata Erlina saat dihubungi kemarin. (Baca juga: Ada Video Dugaan Penyiksaan Muslim Uighur, China Masih Berkelit)
Idealnya, sosok pesohor yang memiliki penggemar dan pengikut hingga jutaan orang ini membangun narasi-narasi positif yang bermanfaat bagi publik. Termasuk mengajak masyarakat berdisiplin menerapkan protokol kesehatan. Bukan malah sebaliknya, melakukan hal-hal yang kontraproduktif dengan semangat melawan pandemi.
Sosiolog dari Universitas Airlangga Surabaya, Bagong Suyanto, mengatakan, sikap selebritas dan pemengaruh yang menyepelekan bahaya korona sangat mungkin akan memengaruhi penggemar untuk memiliki sikap yang sama dengan idola mereka. “Ada namanya sindrom bintang. Fans itu imitatif, suka meniru. Mereka yang adiksi terhadap idolanya tidak hanya meniru penampilan fisik, tapi juga percaya pada apa yang diomongkan idolanya,” ujarnya saat dihubungi kemarin.
Sikap selebritas yang menyepelekan bahaya korona bisa dipicu tiga hal. Pertama, minimnya literasi informasi terkait Covid-19. Akibat minimnya bahan bacaan, selebritas bersangkutan akhirnya memberi tafsir sendiri tentang korona. “Ini berbeda dengan selebritas yang punya pengetahuan cukup karena membaca, mereka lebih bijak dan realistis dalam menyikapi situasi,” kata Bagong.
Faktor kedua, sikap emosional selebritas di tengah situasi sulit akibat pandemi. Menurut Bagong, banyak artis yang harus kehilangan sumber pendapatan akibat sepinya job. Lalu kekecewaan tersebut diekspresikan tanpa sadar bahwa itu keliru dan berbahaya. (Baca juga: Selebriti Ajak Masyarakat Sebarkan Informasi komprehensif Tentang Covid-19)
Idealnya, sosok pesohor yang memiliki penggemar dan pengikut hingga jutaan orang ini membangun narasi-narasi positif yang bermanfaat bagi publik. Termasuk mengajak masyarakat berdisiplin menerapkan protokol kesehatan. Bukan malah sebaliknya, melakukan hal-hal yang kontraproduktif dengan semangat melawan pandemi.
Sosiolog dari Universitas Airlangga Surabaya, Bagong Suyanto, mengatakan, sikap selebritas dan pemengaruh yang menyepelekan bahaya korona sangat mungkin akan memengaruhi penggemar untuk memiliki sikap yang sama dengan idola mereka. “Ada namanya sindrom bintang. Fans itu imitatif, suka meniru. Mereka yang adiksi terhadap idolanya tidak hanya meniru penampilan fisik, tapi juga percaya pada apa yang diomongkan idolanya,” ujarnya saat dihubungi kemarin.
Sikap selebritas yang menyepelekan bahaya korona bisa dipicu tiga hal. Pertama, minimnya literasi informasi terkait Covid-19. Akibat minimnya bahan bacaan, selebritas bersangkutan akhirnya memberi tafsir sendiri tentang korona. “Ini berbeda dengan selebritas yang punya pengetahuan cukup karena membaca, mereka lebih bijak dan realistis dalam menyikapi situasi,” kata Bagong.
Faktor kedua, sikap emosional selebritas di tengah situasi sulit akibat pandemi. Menurut Bagong, banyak artis yang harus kehilangan sumber pendapatan akibat sepinya job. Lalu kekecewaan tersebut diekspresikan tanpa sadar bahwa itu keliru dan berbahaya. (Baca juga: Selebriti Ajak Masyarakat Sebarkan Informasi komprehensif Tentang Covid-19)
Lihat Juga :