Kasus Sifilis di Indonesia Meroket, Kenali Gejala dan Penyebabnya
Kamis, 11 Mei 2023 - 18:53 WIB
loading...
A
A
A
Ruam ini biasanya tidak gatal dan bisa disertai luka seperti kutil di mulut atau area genital. Beberapa orang juga mengalami kerontokan rambut, nyeri otot, demam, sakit tenggorokan, dan pembengkakan kelenjar getah bening.
Tanda dan gejala ini dapat hilang dalam beberapa minggu atau berulang kali datang dan pergi selama setahun. Penyebab sifilis adalah bakteri bernama Treponema pallidum.
Baca Juga: Sifilis Mewabah di Eropa, Para Bintang Porno Ketakutan dan Berhenti Bekerja
Cara paling umum penyebaran sifilis adalah melalui kontak dengan luka orang yang terinfeksi selama aktivitas seksual. Bakteri memasuki tubuh melalui luka kecil atau lecet di kulit atau selaput lendir. Sifilis menular selama tahap primer dan sekundernya, dan terkadang pada periode laten awal.
Lebih jarang, sifilis dapat menyebar melalui kontak langsung dengan lesi aktif, seperti saat berciuman. Penyakit ini juga dapat ditularkan dari ibu ke bayinya selama kehamilan atau persalinan.
Namun, sifilis tidak dapat menyebar dengan menggunakan toilet, bak mandi, pakaian atau peralatan makan yang sama, atau dari gagang pintu, kolam renang atau bak air panas. Setelah sembuh, sifilis tidak kembali dengan sendirinya. Anda dapat terinfeksi kembali jika melakukan kontak dengan penderita sifilis.
Penyebab Sifilis
Tanda dan gejala ini dapat hilang dalam beberapa minggu atau berulang kali datang dan pergi selama setahun. Penyebab sifilis adalah bakteri bernama Treponema pallidum.
Baca Juga: Sifilis Mewabah di Eropa, Para Bintang Porno Ketakutan dan Berhenti Bekerja
Cara paling umum penyebaran sifilis adalah melalui kontak dengan luka orang yang terinfeksi selama aktivitas seksual. Bakteri memasuki tubuh melalui luka kecil atau lecet di kulit atau selaput lendir. Sifilis menular selama tahap primer dan sekundernya, dan terkadang pada periode laten awal.
Lebih jarang, sifilis dapat menyebar melalui kontak langsung dengan lesi aktif, seperti saat berciuman. Penyakit ini juga dapat ditularkan dari ibu ke bayinya selama kehamilan atau persalinan.
Namun, sifilis tidak dapat menyebar dengan menggunakan toilet, bak mandi, pakaian atau peralatan makan yang sama, atau dari gagang pintu, kolam renang atau bak air panas. Setelah sembuh, sifilis tidak kembali dengan sendirinya. Anda dapat terinfeksi kembali jika melakukan kontak dengan penderita sifilis.
(dra)
Lihat Juga :