Coldplay Dituding Dukung LGBT, Chris Martin Ngaku Sempat Homofobia karena Diejek Gay
Senin, 15 Mei 2023 - 15:51 WIB
loading...
A
A
A
Wasekjen PA 212, Novel Bamukmin menegaskan pihaknya siap menggelar demo besar-besaran apabila konser band asal Inggris Coldplay ini tetap diselenggarakan.
"Kalau masih nekat, maka kita akan gelar aksi besar dengan memblokir lokasi atau kita akan kepung bandara," ujar Novel Bamukmin kepada wartawan, Sabtu (13/5/2023).
Mereka menilai Coldplay, terutama Chris Martin mendukung kampanya kaum LGBT (lesbian, gay, biseksual, dan transgender), serta penganut ateis.
Sementara itu, jauh sebelumnya, sekitar tahun 2019, Chris Martin sempat mengaku bahwa dirinya di masa lalu merupakan seseorang yang sangat homofobik. Vokalis 46 tahun ini sendiri tumbuh dalam keluarga kristen yang konservatif.
Dalam wawancara dengan Rolling Stone, Chris Martin menceritakan bagaimana rasanya menjalani masa-masa sulit di sekolah asrama dengan anak-anak yang kerap menyebutnya sebagai gay karena cara dia membawa diri.
Chris Martin, yang berjuang dengan ide tersebut karena keyakinan agamanya, mengungkapkan bahwa hal itu membuatnya menjadi homofobia saat remaja saat dia mencoba mencari tahu tentang seksualitasnya.
"Ketika saya pergi ke sekolah asrama, saya berjalan sedikit lucu dan saya sedikit terpental, serta saya juga sangat homofobik karena saya seperti, 'Jika saya gay, saya benar-benar terkutuk untuk selamanya," kata Chris Martin, dikutip dari USA Today.
"Kalau masih nekat, maka kita akan gelar aksi besar dengan memblokir lokasi atau kita akan kepung bandara," ujar Novel Bamukmin kepada wartawan, Sabtu (13/5/2023).
Mereka menilai Coldplay, terutama Chris Martin mendukung kampanya kaum LGBT (lesbian, gay, biseksual, dan transgender), serta penganut ateis.
Sementara itu, jauh sebelumnya, sekitar tahun 2019, Chris Martin sempat mengaku bahwa dirinya di masa lalu merupakan seseorang yang sangat homofobik. Vokalis 46 tahun ini sendiri tumbuh dalam keluarga kristen yang konservatif.
Dalam wawancara dengan Rolling Stone, Chris Martin menceritakan bagaimana rasanya menjalani masa-masa sulit di sekolah asrama dengan anak-anak yang kerap menyebutnya sebagai gay karena cara dia membawa diri.
Chris Martin, yang berjuang dengan ide tersebut karena keyakinan agamanya, mengungkapkan bahwa hal itu membuatnya menjadi homofobia saat remaja saat dia mencoba mencari tahu tentang seksualitasnya.
"Ketika saya pergi ke sekolah asrama, saya berjalan sedikit lucu dan saya sedikit terpental, serta saya juga sangat homofobik karena saya seperti, 'Jika saya gay, saya benar-benar terkutuk untuk selamanya," kata Chris Martin, dikutip dari USA Today.
Lihat Juga :