Kisah Jatuh Bangun Entrepreneur Muda yang Menginspirasi
Sabtu, 20 Mei 2023 - 09:35 WIB
loading...
Menjadi entrepreneur muda semakin semakin diminati banyak orang. Seperti yang dilakukan Irfan Muchammas Ghani, Vice President PT Dzahira Inti Persada. Foto/tangkapan layar YouTube Partai Perindo
A
A
A
JAKARTA - Menjadi entrepreneur muda semakin semakin diminati banyak orang. Seperti yang dilakukan oleh Irfan Muchammas Ghani, S.H., CDM selaku Vice President PT Dzahira Inti Persada.
Pemuda berusia 23 tahun ini membagikan kisahnya menjadi seorang entrepreneur di usia muda. Irfan menjelaskan perusahaan yang ia kelola sudah dibangun sejak 2016.
“Kita sudah punya empat anak perusahaan dan kita sudah berdiri dari tahun 2016,” kata Irfan dalam Podcast Aksi Nyata dikutip dari kanal YouTube Partai Perindo pada Jumat, 12 Mei 2023.
Irfan pun menceritakan lika-liku dirinya merintis menjadi seorang pengusaha di usia muda. Tentu tak sedikit hal yang ia korbankan demi mencapai mimpinya menjadi seorang entrepreneur.
Baca Juga: Kiko In The Deep Sea Movie: Kualitas Dunia Karya Anak Bangsa di Podcast Aksi Nyata Hari Ini Pukul 16.00 WIB
Salah satu yang dikorbankan adalah waktu masa mudanya. Irfan mengaku harus merelakan jam main demi membangun perusahaan yang ia impikan.
“Pertama sih waktu main. Karena kan saya selama enam tahun di asrama, ketika saya pulang, saya ingin menikmati masa muda,” jelas Irfan.
Pemuda berusia 23 tahun ini membagikan kisahnya menjadi seorang entrepreneur di usia muda. Irfan menjelaskan perusahaan yang ia kelola sudah dibangun sejak 2016.
“Kita sudah punya empat anak perusahaan dan kita sudah berdiri dari tahun 2016,” kata Irfan dalam Podcast Aksi Nyata dikutip dari kanal YouTube Partai Perindo pada Jumat, 12 Mei 2023.
Irfan pun menceritakan lika-liku dirinya merintis menjadi seorang pengusaha di usia muda. Tentu tak sedikit hal yang ia korbankan demi mencapai mimpinya menjadi seorang entrepreneur.
Baca Juga: Kiko In The Deep Sea Movie: Kualitas Dunia Karya Anak Bangsa di Podcast Aksi Nyata Hari Ini Pukul 16.00 WIB
Salah satu yang dikorbankan adalah waktu masa mudanya. Irfan mengaku harus merelakan jam main demi membangun perusahaan yang ia impikan.
“Pertama sih waktu main. Karena kan saya selama enam tahun di asrama, ketika saya pulang, saya ingin menikmati masa muda,” jelas Irfan.
Lihat Juga :