Menengok Kiprah Maurina Arlia, Sosok di Balik Sukses Buah Bibir Nusantara
Rabu, 31 Mei 2023 - 14:14 WIB
loading...
A
A
A
Sementara itu, dunia tengah bersiap menghadapi gelombang baru generasi, Z dan Alpha. Generasi Z adalah mereka yang lahir pada 1990-an. Sedangkan generasi Alpha lahir pada 2010, yang dinilai akan menjadi kelompok yang sangat besar dengan hak mereka sendiri.
Generasi Z yang hadir saat ini ambisius, digital-native, dan sangat percaya diri. Kehadiran mereka akan diteruskan dengan gelombang generasi Alpha yang disebut lebih cerdas secara digital daripada generasi mana pun yang ada sebelum mereka.
Keduanya memiliki persamaan. Generasi Z dan Alpha sekarang terpapar dengan banyaknya informasi melalui berbagai media. Bagi PR agency, ini adalah tantangan kreativitas baru dalam mengolah pesan.
"Dua generasi ini menurut saya unik ya. Mereka adalah generasi yang menurut saya sangat beruntung dalam mendapatkan informasi sebanyak-banyaknya. Namun, di balik itu semua informasi yang diterima perlu difilter apakah ini fakta atau hoax," papar Maurina.
"Saat mengemas pesan, perlu strategi komunikasi dalam menentukan target pasar seperti umur, jenis kelamin, lokasi, kemudian menentukan background influencer, penggunaan kata atau bahasa dalam penyampaian, konsep acara, dan yang paling penting adalah data valid yang dihasilkan melalui riset," kata Maurina lagi.
Hal ini, ujarnya, akan berpengaruh pada positioning dalam rangka membentuk identitas yang dimiliki oleh brand yakni atribut, manfaat, pesaing, pemakai, harga, dan kategori produk.
"Buat sesuatu yang simple namun mudah diingat," ujar Maurina, membagikan pengalamannya.
Generasi Z yang hadir saat ini ambisius, digital-native, dan sangat percaya diri. Kehadiran mereka akan diteruskan dengan gelombang generasi Alpha yang disebut lebih cerdas secara digital daripada generasi mana pun yang ada sebelum mereka.
Keduanya memiliki persamaan. Generasi Z dan Alpha sekarang terpapar dengan banyaknya informasi melalui berbagai media. Bagi PR agency, ini adalah tantangan kreativitas baru dalam mengolah pesan.
"Dua generasi ini menurut saya unik ya. Mereka adalah generasi yang menurut saya sangat beruntung dalam mendapatkan informasi sebanyak-banyaknya. Namun, di balik itu semua informasi yang diterima perlu difilter apakah ini fakta atau hoax," papar Maurina.
"Saat mengemas pesan, perlu strategi komunikasi dalam menentukan target pasar seperti umur, jenis kelamin, lokasi, kemudian menentukan background influencer, penggunaan kata atau bahasa dalam penyampaian, konsep acara, dan yang paling penting adalah data valid yang dihasilkan melalui riset," kata Maurina lagi.
Hal ini, ujarnya, akan berpengaruh pada positioning dalam rangka membentuk identitas yang dimiliki oleh brand yakni atribut, manfaat, pesaing, pemakai, harga, dan kategori produk.
"Buat sesuatu yang simple namun mudah diingat," ujar Maurina, membagikan pengalamannya.
Lihat Juga :