Dorong Perkembangan Olahraga dan Komunitas Lari, 180spm Buka Outlet Kedua di Jakarta
Sabtu, 17 Juni 2023 - 23:32 WIB
loading...
Seremoni pengguntingan pita sebagai tanda dibukanya toko 180spm di kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (17/6/2023). Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Toko multibrand 180spm membuka outlet-nya yang kedua di One Satrio, kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (17/6/2023).
Sejak didirikan pertama kali pada Mei 2021 di bilangan SCBD, Jakarta Pusat, 180spm telah menjadi pusat bagi para pelari dari segala tingkatan karena menawarkan berbagai layanan yang disesuaikan dengan kebutuhan mereka. Di toko ini tersedia merek-merek ternama seperti Salomon, Saysky, Doxa, Soar, Ciele, Brooks, ON, Strasse, dan Pas Normal Studios.
Istilah 180 SPM (step per minute) sendiri muncul saat Olimpiade 1984, di mana pelatih lari asal Amerika Serikat, Jack Daniels, mengamati kecepatan langkah pelari jarak jauh kelas elit. Dari 46 atlet, hanya satu yang memiliki kurang dari 180 langkah per menit (spm). Hal ini membuat Daniels menyadari bahwa tidak ada pelari pemula yang ia latih, yang memiliki kecepatan lebih dari 180 spm.
Istilah itulah yang kemudian diadaptasi menjadi nama toko 180spm. Meskipun konsep “jumlah langkah sempurna per menit" telah berkembang, 180spm hadir untuk menyediakan sepatu lari yang sesuai dengan tujuan dan pencapaian setiap pelari.
"Toko 180spm yang baru dibuka memiliki konsep unik, fokus tidak hanya pada retail, tetapi juga membangun komunitas lari yang berkembang," kata Andhika Pratama, Direktur PT Surya Bumi Retailindo, yang mengelola 180spm.
Sejak didirikan pertama kali pada Mei 2021 di bilangan SCBD, Jakarta Pusat, 180spm telah menjadi pusat bagi para pelari dari segala tingkatan karena menawarkan berbagai layanan yang disesuaikan dengan kebutuhan mereka. Di toko ini tersedia merek-merek ternama seperti Salomon, Saysky, Doxa, Soar, Ciele, Brooks, ON, Strasse, dan Pas Normal Studios.
Istilah 180 SPM (step per minute) sendiri muncul saat Olimpiade 1984, di mana pelatih lari asal Amerika Serikat, Jack Daniels, mengamati kecepatan langkah pelari jarak jauh kelas elit. Dari 46 atlet, hanya satu yang memiliki kurang dari 180 langkah per menit (spm). Hal ini membuat Daniels menyadari bahwa tidak ada pelari pemula yang ia latih, yang memiliki kecepatan lebih dari 180 spm.
Istilah itulah yang kemudian diadaptasi menjadi nama toko 180spm. Meskipun konsep “jumlah langkah sempurna per menit" telah berkembang, 180spm hadir untuk menyediakan sepatu lari yang sesuai dengan tujuan dan pencapaian setiap pelari.
"Toko 180spm yang baru dibuka memiliki konsep unik, fokus tidak hanya pada retail, tetapi juga membangun komunitas lari yang berkembang," kata Andhika Pratama, Direktur PT Surya Bumi Retailindo, yang mengelola 180spm.
Lihat Juga :