Virus Corona Bisa Menular Melalui Udara?
Sabtu, 25 Juli 2020 - 16:12 WIB
loading...
A
A
A
Sampel dari lima kamar pasien yang terbaring di tempat tidur diambil, sekitar 30 cm dari kaki tempat tidur mereka. Para pasien berbicara, yang menghasilkan mikrodroplet yang melayang di udara selama beberapa jam, dalam apa yang disebut sebagai aerosol. Beberapa pasien juga batuk.
Tim berhasil mengumpulkan mikrodroplet sekecil satu mikron dengan diameter, dan menempatkan tetesan ini dalam tempat di mana mereka dapat tumbuh. Hasilnya ditemukan bahwa tiga dari 18 sampel mampu mereplikasi. Ini membuktikan mikrodroplet dapat muncrat lebih jauh dari tetesan yang lebih besar juga mampu menginfeksi orang.
Pada 7 Juli WHO mengubah pedomannya terkait transmisi COVID-19 di udara dan mengatakan bahwa ada bukti untuk mendukung klaim tersebut. Linsey Marr, seorang profesor di Virginia Tech yang merupakan pakar dalam penularan virus melalui udara dan tidak terlibat dalam penelitian itu, mengatakan jarang mendapatkan pengukuran jumlah virus yang ada di udara, lapor AFP.
"Berdasarkan apa yang kita ketahui tentang penyakit lain dan apa yang kita ketahui sejauh ini tentang SARS-CoV-2, saya pikir kita dapat berasumsi bahwa jika virus menular aerosol, maka kita dapat terinfeksi dengan menghirupnya," jelas Marr.
Tim berhasil mengumpulkan mikrodroplet sekecil satu mikron dengan diameter, dan menempatkan tetesan ini dalam tempat di mana mereka dapat tumbuh. Hasilnya ditemukan bahwa tiga dari 18 sampel mampu mereplikasi. Ini membuktikan mikrodroplet dapat muncrat lebih jauh dari tetesan yang lebih besar juga mampu menginfeksi orang.
Pada 7 Juli WHO mengubah pedomannya terkait transmisi COVID-19 di udara dan mengatakan bahwa ada bukti untuk mendukung klaim tersebut. Linsey Marr, seorang profesor di Virginia Tech yang merupakan pakar dalam penularan virus melalui udara dan tidak terlibat dalam penelitian itu, mengatakan jarang mendapatkan pengukuran jumlah virus yang ada di udara, lapor AFP.
"Berdasarkan apa yang kita ketahui tentang penyakit lain dan apa yang kita ketahui sejauh ini tentang SARS-CoV-2, saya pikir kita dapat berasumsi bahwa jika virus menular aerosol, maka kita dapat terinfeksi dengan menghirupnya," jelas Marr.
(tdy)
Lihat Juga :