Teknologi Mutakhir Ini Dukung JEC Atasi Kelainan Refraksi di Tanah Air
Senin, 26 Juni 2023 - 16:52 WIB
loading...
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan terdapat sekitar 253 juta orang di dunia yang mengalami gangguan penglihatan. / Foto: ilustrasi/Freepik
A
A
A
JAKARTA - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan terdapat sekitar 253 juta orang di dunia yang mengalami gangguan penglihatan.
Dari jumlah tersebut, seperti dikutip dari laman Kemenkes , 36 juta mengalami kebutaan dan 217 juta mengalami gangguan penglihatan sedang hingga berat. Tentunya, angka tersebut memperlihatkan tingginya kejadian kelainan refraksi.
Kelainan refraksi merupakan gangguan penglihatan, di mana cahaya yang masuk ke dalam mata tidak dapat difokuskan dengan jelas. Hal tersebut membuat bayangan benda terlihat buram atau tidak tajam.
Baca juga: Perlukah Memberikan Suplemen Vitamin untuk Anak Setiap Hari? Ini Penjelasan Ahli
Penyebabnya bisa karena panjang bola mata terlalu panjang atau bahkan terlalu pendek, perubahan bentuk kornea, dan penuaan lensa mata.
Gangguan penglihatan sendiri terdiri atas myopia (rabun jauh), hipermetropi (rabun dekat), astigmatism (silindris) dan presbiopi (rabun dekat usia lanjut).
Dari jumlah tersebut, seperti dikutip dari laman Kemenkes , 36 juta mengalami kebutaan dan 217 juta mengalami gangguan penglihatan sedang hingga berat. Tentunya, angka tersebut memperlihatkan tingginya kejadian kelainan refraksi.
Kelainan refraksi merupakan gangguan penglihatan, di mana cahaya yang masuk ke dalam mata tidak dapat difokuskan dengan jelas. Hal tersebut membuat bayangan benda terlihat buram atau tidak tajam.
Baca juga: Perlukah Memberikan Suplemen Vitamin untuk Anak Setiap Hari? Ini Penjelasan Ahli
Penyebabnya bisa karena panjang bola mata terlalu panjang atau bahkan terlalu pendek, perubahan bentuk kornea, dan penuaan lensa mata.
Gangguan penglihatan sendiri terdiri atas myopia (rabun jauh), hipermetropi (rabun dekat), astigmatism (silindris) dan presbiopi (rabun dekat usia lanjut).
Lihat Juga :