Berawal dari Cinta Seni dan Wastra, Christian Sukses Rintis Batik Concept
Jum'at, 14 Juli 2023 - 13:24 WIB
loading...
A
A
A
Di sisi lain, banyak pembatik muda yang enggan meneruskan usaha orang tua mereka. Fakta tersebut ia dapatkan saat melakukan roadtrip kelima kota produsen batik untuk keperluan research usaha yang akan dirintisnya.
"Batik itu dying tradition. Tradisi yang nyaris mati. Karena banyak pembatik muda yang kebih memilih bekerja di pabrik atau kantoran seiring meningkatnya pendidikan mereka. Sementara proses pengerjaan batik tulis itu kan membutuhkan waktu yang lama," ujarnya.
Sebelum merilis usaha batik tulis, Christian dan partnernya, Juan & Gisella melakukan road trip ke sejumlah kota produsen batik selama kurang lebih satu tahun. Meski latar belakang keluarganya dekat dengan batik, namun Christian ingin mempelajari langsung.
Baca Juga: 3 Cara Menurunkan Kolesterol Tinggi dan Gula Darah Tanpa Obat
Ia ingin usaha batik miliknya kelak memiliki kualitas terbaik. Dimulai dari Cirebon, Garut, Pekalongan, Solo, hingga beberapa daerah di Jawa Timur.
"Tujuan utamanya murni untuk mempelajari batik, mulai dari proses pengerjaannya hingga distribusi dari hulu ke hilir. Karena setiap daerah ada kelebihannya masing-masing. Contoh kecilnya cuaca dan kualitas air. Itu saja bisa memengaruhi kualitas batik yang diproduksi," ungkapnya.
"Cari pembatiknya itu rada tricky. Waktu itu kami cari yang pengerjaannya rapih dan tastenya sesuai dengan brand kami. Karena kami ingin memproduksi batik memadukan unsur klasik atau tradisional namun tetap terkesan modern. Sehingga dapat dikenakan semua kalangan dan umur," paparnya.
Berbekal pengalaman roadtrip dan riset market selama kurang lebih empat tahun, pada 2015, Christian, Juan dan Gisella resmi merilis brand batik mereka yang bertajuk Batik Concept.
"Batik itu dying tradition. Tradisi yang nyaris mati. Karena banyak pembatik muda yang kebih memilih bekerja di pabrik atau kantoran seiring meningkatnya pendidikan mereka. Sementara proses pengerjaan batik tulis itu kan membutuhkan waktu yang lama," ujarnya.
Sebelum merilis usaha batik tulis, Christian dan partnernya, Juan & Gisella melakukan road trip ke sejumlah kota produsen batik selama kurang lebih satu tahun. Meski latar belakang keluarganya dekat dengan batik, namun Christian ingin mempelajari langsung.
Baca Juga: 3 Cara Menurunkan Kolesterol Tinggi dan Gula Darah Tanpa Obat
Ia ingin usaha batik miliknya kelak memiliki kualitas terbaik. Dimulai dari Cirebon, Garut, Pekalongan, Solo, hingga beberapa daerah di Jawa Timur.
"Tujuan utamanya murni untuk mempelajari batik, mulai dari proses pengerjaannya hingga distribusi dari hulu ke hilir. Karena setiap daerah ada kelebihannya masing-masing. Contoh kecilnya cuaca dan kualitas air. Itu saja bisa memengaruhi kualitas batik yang diproduksi," ungkapnya.
"Cari pembatiknya itu rada tricky. Waktu itu kami cari yang pengerjaannya rapih dan tastenya sesuai dengan brand kami. Karena kami ingin memproduksi batik memadukan unsur klasik atau tradisional namun tetap terkesan modern. Sehingga dapat dikenakan semua kalangan dan umur," paparnya.
Berbekal pengalaman roadtrip dan riset market selama kurang lebih empat tahun, pada 2015, Christian, Juan dan Gisella resmi merilis brand batik mereka yang bertajuk Batik Concept.
Lihat Juga :