Barbenheimer: Pilih Nonton Barbie atau Oppenheimer?
Kamis, 20 Juli 2023 - 22:11 WIB
loading...
A
A
A
Oppenheimer berdurasi 3 jam atau 180 menit. Dengan durasi sepanjang ini, orang tentu sudah bisa mengatasi bagaimana mereka berada di dalam bioskop. Persiapan makanan, minuman, dan juga kesehatan diperlukan di sini. Kalian juga harus bisa memilih kapan harus ke kamar mandi supaya tidak ketinggalan filmnya.
- Tanpa aksi spektakuler
Meski film ini mengangkat tentang bom atom, harus diingat di sini yang dititikberatkan adalah sosok Oppenheimer. Jadi, lupakan ada adegan perang dengan adu tembak senapan atau bom. Film ini murni tentang bagaimana akhirnya bom itu tercipta, bukan bagaimana bom itu dijatuhkan. Jadi, tidak ada aksi yang benar-benar spektakuler dalam artian ledakan keras dan lain-lain. Film ini akan lebih pada memainkan emosi penontonnya.
- Drama politik
Twist film ini juga menjadi daya tarik tersendiri. Di bagian ini, obrolannya akan lebih familiar. Orang tidak akan dipusingkan dengan istilah-istilah sains atau hitungan matematika pembuatan bom. Drama politik yang terjadi di sepanjang film inilah yang membuat Oppenheimer tetap membumi dan bisa dinikmati. Bagi kalian yang tidak suka sains, inilah poin pentingnya.
![Barbenheimer: Pilih Nonton Barbie atau Oppenheimer?]()
Foto: IGN
Perilisan Barbie dan Oppenheimer yang bersamaan membuat kedua film ini dijuluki Barbenheimer. Dari setting ceritanya, sudah jelas kalau dua film ini menyasar audiens yang berbeda. Barbie lebih menyasar pada audiens umum yang ingin bernostalgia dengan masa kecilnya dan menikmati indahnya Barbieland, sementara Oppenheimer lebih pada orang-orang yang menginginkan pengalaman baru dalam menonton film dan para penyuka biografi.
Dari segi tone, kedua film ini pun sangat berbeda. Barbie punya warna-warna cerah yang meriah. Suasananya pun ceria, meski ada beberapa bagian yang bikin sedih. Selain itu, film ini juga kocak dan dipenuhi banyak adegan yang bakal bikin penonton tertawa.
Sementara, Oppenheimer punya tone yang serius. Warna yang ditampilkan pun cenderung suram dengan perbedaan masa lalu dan sekarang yang kontras. Latar Oppenheimer adalah era Perang Dunia II, di mana teknologi belum secanggih sekarang.
Bagi yang memang mencari hiburan, Barbie adalah tontonan yang tepat. Tanpa harus memikirkan betul pesan berat di dalamnya, orang bisa menontonnya dengan santai. Film ini benar-benar dibuat dengan nuansa anak-anak. Makanya, tidak perlu banyak menguras pikiran untuk mencermatinya. Film ini akan membuat berpikir setelah selesai, bukan berpikir ketika menontonnya.
Baca Juga: Review Film Oppenheimer: Bukan Tontonan untuk Semua Orang
Tapi, bagi mereka yang suka tontonan serius, Oppenheimer adalah jawabannya. Butuh konsentrasi dalam menonton film ini. Banyaknya karakter dan juga istilah sains membuat orang benar-benar harus mencermatinya. Mereka yang tidak suka film yang hanya ngobrol dari awal sampai akhir akan merasa bosan.
Mau menonton Barbie atau Oppenheimer, pilihan ada di tangan kalian. Tidak ada yang salah dengan pilihan itu. Yang tidak mau memilih Barbie tidak perlu merasa “norak amat nonton film begituan”. Sementara yang menonton film Oppenheimer tak perlu merasa “lebih tinggi” karena tingkat kerumitan di dalamnya. Apa pun pilihan nonton kamu, setiap tontonan ini punya makna. Selamat menyaksikan!
- Tanpa aksi spektakuler
Meski film ini mengangkat tentang bom atom, harus diingat di sini yang dititikberatkan adalah sosok Oppenheimer. Jadi, lupakan ada adegan perang dengan adu tembak senapan atau bom. Film ini murni tentang bagaimana akhirnya bom itu tercipta, bukan bagaimana bom itu dijatuhkan. Jadi, tidak ada aksi yang benar-benar spektakuler dalam artian ledakan keras dan lain-lain. Film ini akan lebih pada memainkan emosi penontonnya.
- Drama politik
Twist film ini juga menjadi daya tarik tersendiri. Di bagian ini, obrolannya akan lebih familiar. Orang tidak akan dipusingkan dengan istilah-istilah sains atau hitungan matematika pembuatan bom. Drama politik yang terjadi di sepanjang film inilah yang membuat Oppenheimer tetap membumi dan bisa dinikmati. Bagi kalian yang tidak suka sains, inilah poin pentingnya.
3. Konklusi

Foto: IGN
Perilisan Barbie dan Oppenheimer yang bersamaan membuat kedua film ini dijuluki Barbenheimer. Dari setting ceritanya, sudah jelas kalau dua film ini menyasar audiens yang berbeda. Barbie lebih menyasar pada audiens umum yang ingin bernostalgia dengan masa kecilnya dan menikmati indahnya Barbieland, sementara Oppenheimer lebih pada orang-orang yang menginginkan pengalaman baru dalam menonton film dan para penyuka biografi.
Dari segi tone, kedua film ini pun sangat berbeda. Barbie punya warna-warna cerah yang meriah. Suasananya pun ceria, meski ada beberapa bagian yang bikin sedih. Selain itu, film ini juga kocak dan dipenuhi banyak adegan yang bakal bikin penonton tertawa.
Sementara, Oppenheimer punya tone yang serius. Warna yang ditampilkan pun cenderung suram dengan perbedaan masa lalu dan sekarang yang kontras. Latar Oppenheimer adalah era Perang Dunia II, di mana teknologi belum secanggih sekarang.
Bagi yang memang mencari hiburan, Barbie adalah tontonan yang tepat. Tanpa harus memikirkan betul pesan berat di dalamnya, orang bisa menontonnya dengan santai. Film ini benar-benar dibuat dengan nuansa anak-anak. Makanya, tidak perlu banyak menguras pikiran untuk mencermatinya. Film ini akan membuat berpikir setelah selesai, bukan berpikir ketika menontonnya.
Baca Juga: Review Film Oppenheimer: Bukan Tontonan untuk Semua Orang
Tapi, bagi mereka yang suka tontonan serius, Oppenheimer adalah jawabannya. Butuh konsentrasi dalam menonton film ini. Banyaknya karakter dan juga istilah sains membuat orang benar-benar harus mencermatinya. Mereka yang tidak suka film yang hanya ngobrol dari awal sampai akhir akan merasa bosan.
Mau menonton Barbie atau Oppenheimer, pilihan ada di tangan kalian. Tidak ada yang salah dengan pilihan itu. Yang tidak mau memilih Barbie tidak perlu merasa “norak amat nonton film begituan”. Sementara yang menonton film Oppenheimer tak perlu merasa “lebih tinggi” karena tingkat kerumitan di dalamnya. Apa pun pilihan nonton kamu, setiap tontonan ini punya makna. Selamat menyaksikan!
(alv)
Lihat Juga :