Tak Laku dan Rugi Besar, 10 Film Ini Bikin Studionya Bangkrut
Selasa, 25 Juli 2023 - 19:19 WIB
loading...
A
A
A
Dana USD150 juta yang digelontorkan untuk film ini pun sia-sia. Film itu bahkan tidak bisa mengembalikan sepertiga modal itu dengan hanya meraup USD39,2 juta di box office. Tak menunggu waktu lama, Disney akhirnya menutup ImageMovers.
![Tak Laku dan Rugi Besar, 10 Film Ini Bikin Studionya Bangkrut]()
Foto: Observer
Pada 1979, animator Don Bluth meninggalkan Disney untuk berusaha sendiri. Dia berhasil membuat sejumlah film sebelum bergabung dengan Fox Animation dan tampil menggebrak dengan Anastasia, yang mampu menyaingi Disney, pada 1990-an. Pada 2000, dia membuat Titan A.E. yang ditujukan untuk penonton remaja.
Fox Animation menggelontorkan dana USD85 juta untuk proyek itu. Tapi, meski menampilkan aktor terkenal sebagai penyulih suaranya, film itu tidak laku di bioskop dengan hanya menghasilkan USD37 juta. Perusahaan induknya, 20th Century Fox, tidak membuang-buang waktu untuk menyelesaikan penderitaan mereka. Mereka menutup Fox Animation hanya sepekan setelah film itu dirilis.
![Tak Laku dan Rugi Besar, 10 Film Ini Bikin Studionya Bangkrut]()
Foto: Google Play
Diangkat dari novel karya Clive Cussler, Raise the Titanic berkisah tentang usaha untuk mencari mineral yang tersimpan di reruntuhan kapal Titanic yang tenggelam pada 1912. Studio pembuat film ini, ITC Entertainment, menggelontorkan dana besar-besaran untuk membuat replika Titanic. Ini tentu akan memberikan tontonan mengagumkan kepada penonton.
Alih-alih menarik orang untuk menonton film ini di bioskop, audiens tidak tertarik pada film itu. Dana USD40 juta yang digelontorkan untuk membuat film ini terasa terbuang sia-sia setelah film itu hanya menghasilkan USD7 juta di box office. Akibatnya, ITC Entertainment pun bangkrut. Mereka lantas cabang distribusinya, AFD, kepada Universal Pictures.
![Tak Laku dan Rugi Besar, 10 Film Ini Bikin Studionya Bangkrut]()
Foto: Variety
It’s A Wonderful Life dianggap sebagai salah satu film Natal terbaik yang pernah dinominasikan untuk Oscar. Film ini berkisah tentang seorang pria yang ingin bunuh diri. Dia kemudian ditunjukkan sebuah semesta alternatif di mana dia tidak eksis. Orang itu lantas menyadari kalau hidup yang dia jalani sekarang jauh lebih baik dari apa yang dia lihat.
Liberty Films menggelontorkan dana sekitar USD3,18 juta untuk membuat film ini. Dana ini termasuk besar kala itu. Tapi, film ini tidak terlalu menarik audiens dan hanya menghasilkan sekitar USD3,3 juta, tidak bisa menutup semua biaya yang telah dikeluarkan untuk film ini. Studionya menderita kerugian besar dan terpaksa menerima akuisisi dari Paramount Pictures.
![Tak Laku dan Rugi Besar, 10 Film Ini Bikin Studionya Bangkrut]()
Foto: Creepy Catalog
Aktor terkenal tidak selalu menjamin film yang dibintanginya sukses. Pada 2000, John Travolta membintangi Battlefield Earth yang diangkat dari bagian pertama novel karya pendiri Scientology, Ron L Hubbard. Film itu berkisah tentang bumi pada tahun 3000 yang telah didominasi alien humanoid bernama Psychlos dan hampir semua manusia telah punah. Mereka yang masih bertahan hidup diperbudak. Jonnie Goodboy Tyler kemudian berusaha melawan.
7. Titan A.E. — 2000

Foto: Observer
Pada 1979, animator Don Bluth meninggalkan Disney untuk berusaha sendiri. Dia berhasil membuat sejumlah film sebelum bergabung dengan Fox Animation dan tampil menggebrak dengan Anastasia, yang mampu menyaingi Disney, pada 1990-an. Pada 2000, dia membuat Titan A.E. yang ditujukan untuk penonton remaja.
Fox Animation menggelontorkan dana USD85 juta untuk proyek itu. Tapi, meski menampilkan aktor terkenal sebagai penyulih suaranya, film itu tidak laku di bioskop dengan hanya menghasilkan USD37 juta. Perusahaan induknya, 20th Century Fox, tidak membuang-buang waktu untuk menyelesaikan penderitaan mereka. Mereka menutup Fox Animation hanya sepekan setelah film itu dirilis.
6. Raise the Titanic — 1980

Foto: Google Play
Diangkat dari novel karya Clive Cussler, Raise the Titanic berkisah tentang usaha untuk mencari mineral yang tersimpan di reruntuhan kapal Titanic yang tenggelam pada 1912. Studio pembuat film ini, ITC Entertainment, menggelontorkan dana besar-besaran untuk membuat replika Titanic. Ini tentu akan memberikan tontonan mengagumkan kepada penonton.
Alih-alih menarik orang untuk menonton film ini di bioskop, audiens tidak tertarik pada film itu. Dana USD40 juta yang digelontorkan untuk membuat film ini terasa terbuang sia-sia setelah film itu hanya menghasilkan USD7 juta di box office. Akibatnya, ITC Entertainment pun bangkrut. Mereka lantas cabang distribusinya, AFD, kepada Universal Pictures.
5. It’s A Wonderful Life — 1946

Foto: Variety
It’s A Wonderful Life dianggap sebagai salah satu film Natal terbaik yang pernah dinominasikan untuk Oscar. Film ini berkisah tentang seorang pria yang ingin bunuh diri. Dia kemudian ditunjukkan sebuah semesta alternatif di mana dia tidak eksis. Orang itu lantas menyadari kalau hidup yang dia jalani sekarang jauh lebih baik dari apa yang dia lihat.
Liberty Films menggelontorkan dana sekitar USD3,18 juta untuk membuat film ini. Dana ini termasuk besar kala itu. Tapi, film ini tidak terlalu menarik audiens dan hanya menghasilkan sekitar USD3,3 juta, tidak bisa menutup semua biaya yang telah dikeluarkan untuk film ini. Studionya menderita kerugian besar dan terpaksa menerima akuisisi dari Paramount Pictures.
4. Battlefield Earth — 2000

Foto: Creepy Catalog
Aktor terkenal tidak selalu menjamin film yang dibintanginya sukses. Pada 2000, John Travolta membintangi Battlefield Earth yang diangkat dari bagian pertama novel karya pendiri Scientology, Ron L Hubbard. Film itu berkisah tentang bumi pada tahun 3000 yang telah didominasi alien humanoid bernama Psychlos dan hampir semua manusia telah punah. Mereka yang masih bertahan hidup diperbudak. Jonnie Goodboy Tyler kemudian berusaha melawan.
Lihat Juga :