Ini Perbedaan Kadar Gula Beras Merah vs Beras Hitam
Sabtu, 29 Juli 2023 - 11:32 WIB
loading...
A
A
A
Meski begitu, beras hitam cenderung lebih sulit didapatkan dibanding beras merah. Anda juga mungkin akan mengira beras ini adalah ketan hitam. Padahal faktanya beras ini berbeda dengan ketan hitam. Bulir berasnya mengkilap dan berukuran lebih panjang serta langsing. Warna beras ini akan sedikit luntur dan berubah menjadi ungu setelah dimasak.
Baca Juga: 6 Manfaat Beras Merah, Jaga Kekebalan Tubuh hingga Kesehatan Jantung
Tak hanya itu, kandungan anthocyanin dalam beras hitam juga akan membantu mencegah risiko kanker. Tak hanya cocok untuk dikonsumsi para penderita diabetes, beras hitam juga menjadi makanan rendah gula yang sangat dianjurkan bagi pasien penyakit jantung dan tekanan darah tinggi.
Kandungan warna yang dimiliki beras hitam dipercaya bermanfaat untuk hati, ginjal, dan lambung. Selain itu, indeks glikemik beras hitam juga lebih rendah daripada beras merah, yakni 42.3.
Perlu diketahui, makanan dengan indeks glikemik rendah memiliki kandungan karbohidrat yang dicerna lebih lama oleh tubuh, sehingga tidak menimbulkan kenaikan kadar gula darah secara drastis.
Meski begitu, perlu diingat bahwa indeks glikemik tersebut dapat berubah, bergantung dari cara pengolahan makanan, penggabungan makanan dengan indeks glikemik yang tinggi, serta tingkat kematangan.
Baca Juga: 6 Manfaat Beras Merah, Jaga Kekebalan Tubuh hingga Kesehatan Jantung
Tak hanya itu, kandungan anthocyanin dalam beras hitam juga akan membantu mencegah risiko kanker. Tak hanya cocok untuk dikonsumsi para penderita diabetes, beras hitam juga menjadi makanan rendah gula yang sangat dianjurkan bagi pasien penyakit jantung dan tekanan darah tinggi.
Kandungan warna yang dimiliki beras hitam dipercaya bermanfaat untuk hati, ginjal, dan lambung. Selain itu, indeks glikemik beras hitam juga lebih rendah daripada beras merah, yakni 42.3.
Perlu diketahui, makanan dengan indeks glikemik rendah memiliki kandungan karbohidrat yang dicerna lebih lama oleh tubuh, sehingga tidak menimbulkan kenaikan kadar gula darah secara drastis.
Meski begitu, perlu diingat bahwa indeks glikemik tersebut dapat berubah, bergantung dari cara pengolahan makanan, penggabungan makanan dengan indeks glikemik yang tinggi, serta tingkat kematangan.
(tsa)
Lihat Juga :