Penting dan Dibutuhkan Bayi, ASI Makin Tersia-siakan

Rabu, 29 Juli 2020 - 07:10 WIB
loading...
A A A
Sebelumnya, peneliti Ray Wagiu Basrowi dari Iluni Kedokteran Kerja FKUI, menjelaskan, lebih dari 70% ibu Indonesia yang merupakan pekerja buruh dan sedang masa menyusui, sama sekali tidak mengerti bahwa menyusui merupakan perilaku sehat yang bisa bermanfaat bagi tumbuh kembang bayi dan juga kesehatan ibu itu sendiri. (Baca juga: Mantan Menkeu Sebut Ada Tiga Bisnis yang Terancam Tutup)

"Bahkan hampir 50% ibu Indonesia menyusui yang bekerja kantoran belum mengetahui bahwa peraturan pemerintah bisa melindungi mereka untuk bisa bebas menyusui atau memompa ASI di kantor tanpa harus takut mendapat sanksi," tuturnya.

Pendiri dan Ketua Health Collaborative Center ini mengungkapkan, hal yang menyedihkan adalah, temuan dan kondisi terkait rendahnya pengetahuan ibu tentang laktasi ini masih mirip dengan temuan-temuan pada penelitian mengenai laktasi sejak lebih dari satu dekade silam. “Artinya, status pengetahuan dan kualitas perilaku laktasi ibu Indonesia, terutama ibu pekerja, tidak membaik secara signifikan," keluhnya.

Ray mengungkapkan, hasil penelitian terdahulu dari Basrowi dkk juga menemukan bahwa meskipun sudah ada peraturan pemerintah tentang perlindungan laktasi di tempat kerja, tetapi implementasinya masih belum maksimal. Padahal, sukses laktasi pada ibu pekerja terbukti tidak hanya menyehatkan tumbuh kembang bayi tapi juga membantu mempertahankan status produktivitas kerja.

Pendiri Sentra Laktasi Indonesia (Selasi) Utami Roesli, yang dikenal sebagai aktivitas ASI , juga telah mengingatkan bahwa ASI memiliki dampak jangka panjang bukan hanya terhadap kesehatan fisik anak hingga ia dewasa, namun juga berpengaruh pada mental anak. "Bayi yang disusui lebih dari empat bulan, lebih jarang mengalami gangguan perilaku," katanya. (Lihat videonya: Mengaku Bisa Gandakan Uang Triliunan, Seorang Dukung di Malang Diciduk Polisi)

Sebaliknya, pada usia lima tahun bayi yang tidak diberi ASI, atau tidak maksimal, rentan mengalami gangguan emosional (gelisah, berbohong, mencuri, emosional), dan di usia 14 tahun nantinya anak yang tidak mendapat ASI atau tidak maksimal rentan mengalami masalah internal seperti menarik diri, gangguan psikosomatik, gelisah, depresi, dan gangguan cara berpikir. "Termasuk masalah eksternal yaitu agresif dan kenakalan remaja," ungkapnya.

Ketua Satgas ASI Indonesia, Elizabeth Yohmi menegaskan, ASI eksklusif pada bayi merupakan suatu hal yang wajib bagi ibu yang mampu menjalakannya dan merupakan hak bayi untuk mendapatkan. "Karena itu, para ibu hendaknya bisa melek informasi dan mengerti pentingnya ASI bagi kehidupan bayi. Pemberian ASI juga bisa mengurangi angka kematian pada bayi karena ketidaktahuan akibat praktik yang salah dalam pemberian nutrisi bagi bayi," katanya. (Sri Noviarni/Abdul Rochim/FW Bahtiar/Faoric/M Shamil)
(ysw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
World Allergy Week 2026,...
World Allergy Week 2026, Dorong Anak Aktif dan Cerdas Sejak Dini
Viral Mitos Lemak Berbahaya...
Viral Mitos Lemak Berbahaya untuk MPASI Anak, Ini Penjelasan Dokter!
Peringatan WDHD 2026,...
Peringatan WDHD 2026, Orang Tua Diajak Pahami Kesehatan Saluran Cerna Anak
Jangan Paksa Anak Makan...
Jangan Paksa Anak Makan Saat Demam, Ini Penjelasan Dokter!
Jangan Tunggu Keluhan,...
Jangan Tunggu Keluhan, Pemeriksaan Mata Anak Perlu Dilakukan Sejak Dini
1 dari 5 Anak Indonesia...
1 dari 5 Anak Indonesia Stunting, Dampaknya Bisa Ganggu Kecerdasan dan Prestasi
World Chiz Day 2026,...
World Chiz Day 2026, Prochiz Sasar Lebih dari 1.000 Siswa SD di Tiga Kota
Anggota DPRD Jember...
Anggota DPRD Jember Main Game dan Merokok di Ruang BerAC Saat RDP Tekan Stunting
Menerapkan Cukai MBDK...
Menerapkan Cukai MBDK 2026: Menyelamatkan Masa Depan Anak Indonesia
Rekomendasi
M2P Fintech Dorong Industri...
M2P Fintech Dorong Industri Keuangan Perkuat Sistem Anti-Fraud Berbasis AI
Mengapa Berbhakti pada...
Mengapa Berbhakti pada Ibu Didahulukan dalam Islam? Ini Penjelasan Al Quran dan Hadis
DPR Desak Pengadaan...
DPR Desak Pengadaan Gembok Rp92,5 Miliar di Ditjenpas Diaudit
Berita Terkini
Tio Pakusadewo Belum...
Tio Pakusadewo Belum Jalani Operasi Katup Jantung, Dewi Irawan Ungkap Alasannya
Sinopsis Tobat Jatuh...
Sinopsis 'Tobat Jatuh Cinta' Eps. 12: Suasana Kampung Berubah Mencekam, Mila Cemaskan Kondisi Ayah Mertuanya
Nonton Microdrama China...
Nonton Microdrama China V+Short Gentle Torment of Love, Simak Dulu Sinopsisnya!
Lelah Terus Dihina,...
Lelah Terus Dihina, Elly Sugigi Rela Habiskan Rp100 Juta untuk Oplas Hidung dan Mata
Baim Wong dan Paula...
Baim Wong dan Paula Verhoeven Kompak Hadiri Wisuda TK Kiano
RSUD Tobelo Perluas...
RSUD Tobelo Perluas Akses Layanan Jantung Anak, Didukung Alat Echocardiography Bantuan NHM
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved