Film TALA: When Love Calls From The Bottom of Borneo, Angkat Potensi Wisata Tanah Laut
Selasa, 01 Agustus 2023 - 17:21 WIB
loading...
A
A
A
“Kalau lewat film, setidaknya orang menyaksikan tayangan selama 90 menit. Selanjutnya, penonton bisa menyaksikan berbagai keindahan Tanah Laut sepanjang cerita,” katanya.
Film TALA: When Love Calls From The Bottom of Borneo, lanjut Sukamta, telah memberikan multiplier effect di Tanah Laut, termasuk pada sektor industri kreatif. Pasalnya, sekitar 75 persen aktor dan aktris yang membintangi film tersebut berasal dari Tanah Laut.
Selain itu, produksi film daerah itu turut memajukan rasa percaya diri para pelaku industri kreatif di Tanah Laut. Terbukti, sineas lokal di Tanah Laut tengah memproduksi film horor selepas TALA: When Love Calls From The Bottom of Borneo diproduksi.
Sukamta mengklaim bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanah Laut menjadi pemerintah daerah pertama yang memproduksi film secara penuh. Saat ini, terdapat 514 kabupaten dan kota di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Jika separuh pemerintah daerah melakukan hal serupa, Sukamta meyakini industri perfilman nasional akan semakin menggeliat.
“Hal tersebut tidak hanya menghidupkan industri perfilman nasional, tapi juga menumbuhkan potensi industri kreatif di daerah masing-masing,” ujarnya.
Sementara itu, Sutradara TALA: When Love Calls From The Bottom of Borneo Joko Nugroho mengatakan, Pemkab Tanah Laut memberikan kebebasan kepada pihaknya untuk memproduksi film ini, termasuk dalam pemilihan aktor dan aktris yang membintangi film ini.
Film TALA: When Love Calls From The Bottom of Borneo, lanjut Sukamta, telah memberikan multiplier effect di Tanah Laut, termasuk pada sektor industri kreatif. Pasalnya, sekitar 75 persen aktor dan aktris yang membintangi film tersebut berasal dari Tanah Laut.
Selain itu, produksi film daerah itu turut memajukan rasa percaya diri para pelaku industri kreatif di Tanah Laut. Terbukti, sineas lokal di Tanah Laut tengah memproduksi film horor selepas TALA: When Love Calls From The Bottom of Borneo diproduksi.
Sukamta mengklaim bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanah Laut menjadi pemerintah daerah pertama yang memproduksi film secara penuh. Saat ini, terdapat 514 kabupaten dan kota di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Jika separuh pemerintah daerah melakukan hal serupa, Sukamta meyakini industri perfilman nasional akan semakin menggeliat.
“Hal tersebut tidak hanya menghidupkan industri perfilman nasional, tapi juga menumbuhkan potensi industri kreatif di daerah masing-masing,” ujarnya.
Sementara itu, Sutradara TALA: When Love Calls From The Bottom of Borneo Joko Nugroho mengatakan, Pemkab Tanah Laut memberikan kebebasan kepada pihaknya untuk memproduksi film ini, termasuk dalam pemilihan aktor dan aktris yang membintangi film ini.
Lihat Juga :