Cerita Astrid Kuya saat Ingin Jadi Mualaf, Ditentang Orang Tua hingga Mukenanya Dibuang sang Ibu
Sabtu, 12 Agustus 2023 - 17:30 WIB
loading...
A
A
A
Keputusan Astrid untuk memeluk Islam sangat ditentang oleh ayah ibu, hingga terjadi konflik di dalam keluarganya. Sampai pernah suatu hari mukena Astrid dibuang oleh sang ibu, karena merasa kecewa dengan langkahnya tersebut.
Baca Juga: Uya Kuya Dituduh Denise Selingkuh, Astrid Langsung Cek Ponsel sang Suami
“Mama saya (bilang), kenapa anak saya harus berpindah agama. Wah, itu heboh di rumah. Sampai aku kan belajar salat, yang namanya keluarga kan kecewa, mukenaku dibuang ke luar. Mama bilang gini ‘kamu masih tinggal di tempat mama. Kalau kamu masih tinggal di tempat mama, kamu harus ikutin kata mama. Kamu nggak bisa nikah sama orang muslim’,” ungkap Astrid, menirukan ucapan ibunya kala itu.
Namun, keputusan Astrid tidak goyah. Wanita 43 tahun ini terus berdoa kepada Allah agar ditunjukkan jalan yang benar dan keluarga tidak lagi beranggapan buruk tentang keputusannya menjadi mualaf.
“Alhamdulillah aku terus salat, akhirnya mama dibukakan pintu hatinya, sampai ngomong ‘mama tahu yang menjalankan kehidupan itu kamu, yang menikah itu kamu, bukan mama," kata Astrid.
"Jadi apa pun yang terjadi, kamu yang menjalani semua, kamu silakan sama dia’. Itu titik saat benar-benar aku ngerasa, oke berarti ini sudah jalannya. Insya Allah dia jodoh saya, karena kita semakin dekat,” tambahnya.
Baca Juga: Uya Kuya Dituduh Denise Selingkuh, Astrid Langsung Cek Ponsel sang Suami
“Mama saya (bilang), kenapa anak saya harus berpindah agama. Wah, itu heboh di rumah. Sampai aku kan belajar salat, yang namanya keluarga kan kecewa, mukenaku dibuang ke luar. Mama bilang gini ‘kamu masih tinggal di tempat mama. Kalau kamu masih tinggal di tempat mama, kamu harus ikutin kata mama. Kamu nggak bisa nikah sama orang muslim’,” ungkap Astrid, menirukan ucapan ibunya kala itu.
Namun, keputusan Astrid tidak goyah. Wanita 43 tahun ini terus berdoa kepada Allah agar ditunjukkan jalan yang benar dan keluarga tidak lagi beranggapan buruk tentang keputusannya menjadi mualaf.
“Alhamdulillah aku terus salat, akhirnya mama dibukakan pintu hatinya, sampai ngomong ‘mama tahu yang menjalankan kehidupan itu kamu, yang menikah itu kamu, bukan mama," kata Astrid.
"Jadi apa pun yang terjadi, kamu yang menjalani semua, kamu silakan sama dia’. Itu titik saat benar-benar aku ngerasa, oke berarti ini sudah jalannya. Insya Allah dia jodoh saya, karena kita semakin dekat,” tambahnya.
Lihat Juga :