Psikiater Sebut Menangis Bagus untuk Tubuh
Kamis, 30 Juli 2020 - 11:08 WIB
loading...
A
A
A
Orang sering melaporkan merasa lebih baik setelah mereka menangis. Itu bisa terjadi karena menangis memaksa untuk memperhatikan apa yang memicu dan bekerja melalui emosi dan pikiran kita. Menangis juga dapat membantu dalam memahami apa yang penting bagi diri sendiri, terutama jika Anda menangisi sesuatu yang membuat kesal.
Ketika Anda stres, aktivitas sistem saraf simpatik meningkat. Respon yang menghilangkan stres dari menangis telah ditemukan didahului oleh peningkatan aktivitas sistem saraf parasimpatis, yang berarti menangis adalah kegiatan yang membantu Anda mulai rileks. Air mata emosional mungkin unik dalam susunan kimianya. Konsentrasi prolaktin, mangan, serotonin, kortisol, dan adrenalin telah terdeteksi pada air mata emosional, yang sebagian besar berperan dalam pengaturan suasana hati dan stres.
"Jika air mata emosional memiliki lebih banyak hormon-hormon itu daripada yang lain, itu bisa saja menjadi tanda bahwa selama waktu itu, orang itu mengalami stresor emosional," papar Bylsma.
Dengan menahan air mata, bisa merugikan diri sendiri. Sementara itu, perasaan yang belum diproses adalah cara yang signifikan untuk mengalami depresi juga.
"Menangis adalah bentuk bantuan yang esensial dan sangat penting untuk memproses kehilangan, ketidakpastian, dan tekanan pandemi. Anda tidak ingin menjadi mati rasa atau beralih ke kecanduan. Anda ingin bisa menggunakan mekanisme penyembuhan alami tubuh untuk keuntungan Anda," tutup Orloff.
Ketika Anda stres, aktivitas sistem saraf simpatik meningkat. Respon yang menghilangkan stres dari menangis telah ditemukan didahului oleh peningkatan aktivitas sistem saraf parasimpatis, yang berarti menangis adalah kegiatan yang membantu Anda mulai rileks. Air mata emosional mungkin unik dalam susunan kimianya. Konsentrasi prolaktin, mangan, serotonin, kortisol, dan adrenalin telah terdeteksi pada air mata emosional, yang sebagian besar berperan dalam pengaturan suasana hati dan stres.
"Jika air mata emosional memiliki lebih banyak hormon-hormon itu daripada yang lain, itu bisa saja menjadi tanda bahwa selama waktu itu, orang itu mengalami stresor emosional," papar Bylsma.
Dengan menahan air mata, bisa merugikan diri sendiri. Sementara itu, perasaan yang belum diproses adalah cara yang signifikan untuk mengalami depresi juga.
"Menangis adalah bentuk bantuan yang esensial dan sangat penting untuk memproses kehilangan, ketidakpastian, dan tekanan pandemi. Anda tidak ingin menjadi mati rasa atau beralih ke kecanduan. Anda ingin bisa menggunakan mekanisme penyembuhan alami tubuh untuk keuntungan Anda," tutup Orloff.
(tdy)
Lihat Juga :