Puspa Indah Taman Hati, Ketika Masa Lalu dan Masa Depan Dipertandingkan
Jum'at, 25 Agustus 2023 - 03:30 WIB
loading...
A
A
A
"Gara-gara main film ini aku jadi ngerti posisi menjadi masa lalu dan posisi menjadi masa depan. Jadi kalau terjadi di dunia nyata, kita mungkin sebal sama masa lalu, tapi masa lalu juga punya perspektifnya sendiri. Masa depan mungkin insecure sama masa lalu," ujar Prilly saat dijumpai di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (24/8/2023).
Menurutnya, fenomena ini begitu relate dengan kondisi hubungan asmara yang marak terjadi di kalangan Gen Z. Prilly memperhatikan banyak wanita yang merasa seperti Marlina, terus dibayangi perasaan curiga kepada kekasihnya yang dianggap masih dibayangi masa lalu.
Marlina menganggap bahwa jatuh cinta sejatuh-jatuhnya yang pernah dirasakan Galih kepada Ratna tak mungkin lagi dirasakan pada Marlina. Padahal kenyataannya, seseorang mungkin saja jatuh cinta untuk yang kedua, ketiga, dan kesekian kali.
"Jadi Gen Z kalau nonton ini bisa relate sama masalah yang kita hadapi. Kadang kita selalu menganggap kalau cowok itu jatuh cinta sekali, sisanya melanjutkan hidup. Padahal cinta itu akan terus tumbuh. Nggak mungkin cuma jatuh cinta sekali," jelasnya.
Baca Juga: Ingin Tampilkan Versi Lain Karakter Ratna di Gita Cinta dari SMA, Prilly Latuconsina Ngaku Terbebani
Selain soal perspektif sosok dari masa lalu dan masa depan, film ini juga mengajarkan bahwa cinta bukan soal orang baru atau orang lama saja, melainkan kepada siapa kita bisa mencintai dengan tulus tapi tetap menjadi diri sendiri. Tak harus mengubah jati diri demi orang yang dicintai.
Menurutnya, fenomena ini begitu relate dengan kondisi hubungan asmara yang marak terjadi di kalangan Gen Z. Prilly memperhatikan banyak wanita yang merasa seperti Marlina, terus dibayangi perasaan curiga kepada kekasihnya yang dianggap masih dibayangi masa lalu.
Marlina menganggap bahwa jatuh cinta sejatuh-jatuhnya yang pernah dirasakan Galih kepada Ratna tak mungkin lagi dirasakan pada Marlina. Padahal kenyataannya, seseorang mungkin saja jatuh cinta untuk yang kedua, ketiga, dan kesekian kali.
"Jadi Gen Z kalau nonton ini bisa relate sama masalah yang kita hadapi. Kadang kita selalu menganggap kalau cowok itu jatuh cinta sekali, sisanya melanjutkan hidup. Padahal cinta itu akan terus tumbuh. Nggak mungkin cuma jatuh cinta sekali," jelasnya.
Baca Juga: Ingin Tampilkan Versi Lain Karakter Ratna di Gita Cinta dari SMA, Prilly Latuconsina Ngaku Terbebani
Selain soal perspektif sosok dari masa lalu dan masa depan, film ini juga mengajarkan bahwa cinta bukan soal orang baru atau orang lama saja, melainkan kepada siapa kita bisa mencintai dengan tulus tapi tetap menjadi diri sendiri. Tak harus mengubah jati diri demi orang yang dicintai.
Lihat Juga :