#SkipChallenge Bisa Picu Hipoksia, Kerusakan Otak hingga Kematian

Sabtu, 11 Maret 2017 - 01:30 WIB
#SkipChallenge Bisa...
#SkipChallenge Bisa Picu Hipoksia, Kerusakan Otak hingga Kematian
A A A
JAKARTA - Ada bahaya besar mengintai di balik permianan #SkipChallenge yang sedang viral di internet. Permainan yang dilakukan dengan cara memberikan tekanan pada dada sambil menahan napas ini bisa menyebabkan masalah kesehatan yang serius hingga kematian. Para pakar pun mengingatkan risiko permainan yang tengah tren di media sosial ini.

Spesialis paru anak dari Departemen Ilmu Kesehatan Anak FKUI, Jakarta, dr Nastiti Kaswandani SpA(K) menuturkan, #SkipChallenge bisa membuat aliran oksigen ke saluran napas menjadi terhambat atau kekurangan oksigen. Kondisi ini disebut juga dengan hipoksia.

"Saat dada ditekan sampai tidak bisa bernapas, orang itu dalam kondisi kekurangan oksigen atau hipoksia. Itu sangat berbahaya. Jadi orang bisa berada dalam kondisi hipoksia hanya sekian detik saja," papar dr Nastiti di kawasan Menteng, Jakarta, Jumat (10/3/2017).

Jika kondisi ini dibiarkan dalam waktu yang lama, bisa menyebabkan kondisi yang fatal. Di mana kekurangan oksigen dalam waktu lama memicu sel-sel kekurangan oksigen hingga rusak. Oleh karena itu, dr Nastiti pun menyarankan untuk tidak mengikuti permainan ini. Sebab, jika sudah melampaui batas, kekurangan oksigen dalam jumlah banyak bisa menyebabkan kerusakan sel lebih besar. Parahnya, kondisi ini tidak bisa diperbaiki.

"Contohnya sel otak. Jadi sangat tidak direkomendasikan lah melakukan hal-hal seperti itu. Saat sel-sel otak kekurangan oksigen cukup luas, orang itu bisa stroke atau kemampuan kognitifnya bisa terganggu," kata dia.

Dalam beberapa kasus, #SkipChallenge tak hanya menyebabkan seseorang kehilangan kesadaran atau pingsan tapi juga kejang. Menurut dr Nastiti, kondisi ini juga disebabkan karena tubuh kekurangan oksigen.

"Kalau setelah melakukan itu dia bisa bangun lagi dan segar lagi, itu sengaja dibikin kekurangan oksigen dalam waktu tidak terlalu lama. Sama dengan kalau kita nahan napas saat nyelam, setelah ke permukaan, tubuh terasa enak," kata dia.
(alv)
Berita Terkait
Ahli Gizi Ingatkan Peran...
Ahli Gizi Ingatkan Peran Orang Tua dan Guru dalam Menjaga Kesehatan Anak
Pentingnya Menjaga Kesehatan...
Pentingnya Menjaga Kesehatan Fisik dan Psikologis Anak sejak Dini
Edukasi Kesehatan Kulit...
Edukasi Kesehatan Kulit Anak
Meningkatkan Akses Layanan...
Meningkatkan Akses Layanan Konseling Keluarga Jakarta melalui Mobil SAPA
Tenang ya Bunda, Pneumonia...
Tenang ya Bunda, Pneumonia Parah Bisa Disembuhkan
Awas, Jerawat Genital...
Awas, Jerawat Genital juga Serang Anak
Berita Terkini
Solusi Praktis Pengurusan...
Solusi Praktis Pengurusan Paspor dan Visa untuk Perjalanan Bisnis
9 jam yang lalu
Dikhianati Suami, Shiena...
Dikhianati Suami, Shiena Bangkit Bongkar Perselingkuhan di Microdrama V+Short Replaceable
9 jam yang lalu
Rueibin Chen Ungkap...
Rueibin Chen Ungkap Alasan Pilih Musik Karya Brahms untuk Konser Eksklusif di Jakarta
9 jam yang lalu
Rueibin Chen Sebut Tampil...
Rueibin Chen Sebut Tampil di Indonesia sebagai Impian, Siap Hibur Pecinta Musik Klasik Jakarta
10 jam yang lalu
Baru Umumkan Pernikahan,...
Baru Umumkan Pernikahan, Nathalie Holscher Langsung Didesak Soal Anak: Responsnya Bikin Warganet Heboh
11 jam yang lalu
Regenerasi Kulit Jadi...
Regenerasi Kulit Jadi Tren Baru Perawatan Estetika Modern
11 jam yang lalu
Infografis
7 Fakta Pulau Pedofil...
7 Fakta Pulau Pedofil Jeffrey Epstein: Kuil Misterius hingga Dugaan Kejahatan Seksual
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved