Review One Piece Live Action: Surprisingly Melampaui Ekspektasi
Kamis, 31 Agustus 2023 - 07:07 WIB
loading...
A
A
A
Bagaimana dengan Inaki Godoy yang memerankan Luffy? Aktor asal Meksiko itu terlihat sangat berusaha menampilkan Luffy seperti di anime. Dia selalu tersenyum. Ya, tidak ada yang salah dengan itu. Tapi, di titik-titik tertentu, ini terlihat tidak natural. Dia baru terlihat bisa menangkap semangat Luffy ketika tampil bareng lawan mainnya. Selebihnya, biasa saja.
Cerita di serial ini juga dipadatkan. Ini membuat sejumlah detail yang tampil di manga atau anime dihilangkan. Dengan satu episode mengadaptasi satu busur, ini tentu bisa dipahami. Dalam sekitar 45 menit, episode ini harus mengadaptasi beberapa chapter manga atau episode anime-nya. Tak heran kalau ada beberapa elemen yang dihilangkan.
![Review One Piece Live Action: Surprisingly Melampaui Ekspektasi]()
Foto: Slash Film
Tapi, ada pula yang ditambahkan di serial ini. Nami, terutama. Cewek itu lebih banyak terlihat aksinya di episode pertama. Dia memperlihatkan kemampuannya di awal cerita, agak berbeda dengan anime dan manga-nya. Dia terlihat badass di penampilan perdananya ini.
Visual serial ini juga lumayan. Ada rasa atmosfir Pirates of the Caribbean di serial ini. Beberapa elemen bisa mengingatkan orang pada Kapten Jack Sparrow di awal perkenalannya. Tapi, tentu saja sangat berbeda. Luffy bukan Jack dan sebaliknya. Di beberapa bagian adegan, visual effect-nya masih terasa shaky, tapi ini tidak terlalu berpengaruh pada ceritanya. Kecuali bagi mereka yang benar-benar menikmati detail aksinya.
![Review One Piece Live Action: Surprisingly Melampaui Ekspektasi]()
Foto: Popverse
One Piece Live Action memberikan harapan cerah bagi adaptasi animanga ke versi hidup. Namun, diperlukan banyak usaha untuk menghindari kekecewaan penonton pada adaptasi serupa seperti yang terjadi pada serial Death Note dan Cowboy Bebop yang sama-sama diproduksi Netflix. One Piece benar-benar berusaha untuk mendekati sumber materinya sehingga alur dan plotnya tidak terasa asing dan memuaskan.
One Piece Live Action berhasil melampaui ekspekstasi. Skeptisme yang awalnya melanda terjawab dengan serunya aksi pertarungan sengit antara para karakter utamanya. Ini ditambah dengan penampilan apik para aktor pemerannya. Chemistry yang mereka tampilkan menambah kuat alurnya.
![Review One Piece Live Action: Surprisingly Melampaui Ekspektasi]()
Foto: Screen Rant
Departemen penjahatnya juga tidak terlalu mengecewakan. Meski ada beberapa bagian yang terlihat aneh diadaptasi live-action-nya, tapi penampilan aktornya yang oke bisa menutupi kekurangan itu. Satu-satunya hal yang terasa kurang dari serial ini adalah dialognya yang agak aneh. Mungkin karena terbiasa mendengar dalam bahasa Jepang dan kini harus mendengarnya dalam bahasa Inggris.
Cerita di serial ini juga dipadatkan. Ini membuat sejumlah detail yang tampil di manga atau anime dihilangkan. Dengan satu episode mengadaptasi satu busur, ini tentu bisa dipahami. Dalam sekitar 45 menit, episode ini harus mengadaptasi beberapa chapter manga atau episode anime-nya. Tak heran kalau ada beberapa elemen yang dihilangkan.

Foto: Slash Film
Tapi, ada pula yang ditambahkan di serial ini. Nami, terutama. Cewek itu lebih banyak terlihat aksinya di episode pertama. Dia memperlihatkan kemampuannya di awal cerita, agak berbeda dengan anime dan manga-nya. Dia terlihat badass di penampilan perdananya ini.
Visual serial ini juga lumayan. Ada rasa atmosfir Pirates of the Caribbean di serial ini. Beberapa elemen bisa mengingatkan orang pada Kapten Jack Sparrow di awal perkenalannya. Tapi, tentu saja sangat berbeda. Luffy bukan Jack dan sebaliknya. Di beberapa bagian adegan, visual effect-nya masih terasa shaky, tapi ini tidak terlalu berpengaruh pada ceritanya. Kecuali bagi mereka yang benar-benar menikmati detail aksinya.

Foto: Popverse
One Piece Live Action memberikan harapan cerah bagi adaptasi animanga ke versi hidup. Namun, diperlukan banyak usaha untuk menghindari kekecewaan penonton pada adaptasi serupa seperti yang terjadi pada serial Death Note dan Cowboy Bebop yang sama-sama diproduksi Netflix. One Piece benar-benar berusaha untuk mendekati sumber materinya sehingga alur dan plotnya tidak terasa asing dan memuaskan.
One Piece Live Action berhasil melampaui ekspekstasi. Skeptisme yang awalnya melanda terjawab dengan serunya aksi pertarungan sengit antara para karakter utamanya. Ini ditambah dengan penampilan apik para aktor pemerannya. Chemistry yang mereka tampilkan menambah kuat alurnya.

Foto: Screen Rant
Departemen penjahatnya juga tidak terlalu mengecewakan. Meski ada beberapa bagian yang terlihat aneh diadaptasi live-action-nya, tapi penampilan aktornya yang oke bisa menutupi kekurangan itu. Satu-satunya hal yang terasa kurang dari serial ini adalah dialognya yang agak aneh. Mungkin karena terbiasa mendengar dalam bahasa Jepang dan kini harus mendengarnya dalam bahasa Inggris.
Lihat Juga :