Anak Anemia Berisiko Terkena Bullying, Bisa Alami Depresi
Sabtu, 02 September 2023 - 10:30 WIB
loading...
A
A
A
Akibatnya anak akan dijauhi oleh teman-temannya. Padahal, saat usia anak-anak, terlebih di bawah lima tahun, mempunyai banyak teman sangat dibutuhkan dalam usianya. Hal itu juga akan membuat prestasi di sekolahnya menurun. Akhirnya, anak akan mempunyai pikiran yang negatif bahwa teman-temannya tidak menganggap dirinya, dia juga akan rentan gampang dibully dan mengalami gangguan kejiwaan.
“Kalau anak alami emosi ini, dengan kondisi bullying emosinya akan makin rendah lagi. Aku kok dianggap tidak pintar, aku gagal, dan apalagi kalau prestasinya buruk. Kondisi ini akan memicu tumbuhnya bibit masalah baru dalam kejiawaan,” ucap Anna Surti.
Dijelaskannya, masalah kejiwaan dapat berupa dengan gangguan kecemasan atau anxiety, seperti munculnya rasa tidak percaya diri misalnya mau masuk sekolah tapi sudah deg-degan terlebih dahulu karena takut diledekin teman-temannya atau takut karena tidak bisa menjawab pertanyaan gurunya.
Selain itu, bisa juga menimbulkan bibit masalah depresi, seperti anak akan merasa terus sedih, murung, dan lain sebagainya.
Contohnya si anak di asingkan oleh teman-temannya karena dianggap tidak mengerti apa-apa sehingga membuat anak menjadi sedih, ditambah anemia yang membuat kondisi tubuhnya cepat lelah. Hal itu yang berlanjut menjadi depresi.
“Kalau anak alami emosi ini, dengan kondisi bullying emosinya akan makin rendah lagi. Aku kok dianggap tidak pintar, aku gagal, dan apalagi kalau prestasinya buruk. Kondisi ini akan memicu tumbuhnya bibit masalah baru dalam kejiawaan,” ucap Anna Surti.
Dijelaskannya, masalah kejiwaan dapat berupa dengan gangguan kecemasan atau anxiety, seperti munculnya rasa tidak percaya diri misalnya mau masuk sekolah tapi sudah deg-degan terlebih dahulu karena takut diledekin teman-temannya atau takut karena tidak bisa menjawab pertanyaan gurunya.
Selain itu, bisa juga menimbulkan bibit masalah depresi, seperti anak akan merasa terus sedih, murung, dan lain sebagainya.
Contohnya si anak di asingkan oleh teman-temannya karena dianggap tidak mengerti apa-apa sehingga membuat anak menjadi sedih, ditambah anemia yang membuat kondisi tubuhnya cepat lelah. Hal itu yang berlanjut menjadi depresi.
Lihat Juga :