Anak Anemia Berisiko Terkena Bullying, Bisa Alami Depresi
Sabtu, 02 September 2023 - 10:30 WIB
loading...
Bullying atau perundungan kerap kali terjadi di masyarakat. Parahnya, anak yang alami anemia sejak dini lebih berisiko terkena bullying. Foto/ tc.pbskids.
A
A
A
JAKARTA – Bullying atau perundungan kerap kali terjadi di masyarakat. Parahnya, anak yang mengalami anemia sejak dini lebih berisiko terkena bullying.
Psikolog Klinis Anak dan Keluarga Anna Surti Ariani menjelaskan hal itu terjadi lantaran kurangnya zat besi dan vitamin c sedari anak kecil, serta kurangnya hormon dopamin yang menyebabkan anemia .
Baca Juga: Apakah Air Kelapa Muda Bisa Menurunkan Berat Badan?
“Kalau anemia jalur dopaminnya terpengaruh jadi agak kurang. Kemudain apa yang terjadi? Konsentrasi anak akan bermasalah, dia juga mempunyai masalah dalam emosinya yang mana cenderung akan menunjukkan sifat negatif. Lalu, ketika berteman dan bergaul, anak jadi tidak optimal,” kata Anna Surti di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan, belum lama ini.
Anemia merupakan suatu kondisi, di mana seseorang kekurangan sel darah merah yang tidak tercukupi sehingga membuat anak mengalami masalah gangguan konsentrasi sejak masih kecil. Anak pun menjadi lebih sulit untuk begaul dan berkomunikasi dengan teman sebayanya. Di fase itulah temannya akan menganggap anak tersebut tidak nyambung.
Psikolog Klinis Anak dan Keluarga Anna Surti Ariani menjelaskan hal itu terjadi lantaran kurangnya zat besi dan vitamin c sedari anak kecil, serta kurangnya hormon dopamin yang menyebabkan anemia .
Baca Juga: Apakah Air Kelapa Muda Bisa Menurunkan Berat Badan?
“Kalau anemia jalur dopaminnya terpengaruh jadi agak kurang. Kemudain apa yang terjadi? Konsentrasi anak akan bermasalah, dia juga mempunyai masalah dalam emosinya yang mana cenderung akan menunjukkan sifat negatif. Lalu, ketika berteman dan bergaul, anak jadi tidak optimal,” kata Anna Surti di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan, belum lama ini.
Anemia merupakan suatu kondisi, di mana seseorang kekurangan sel darah merah yang tidak tercukupi sehingga membuat anak mengalami masalah gangguan konsentrasi sejak masih kecil. Anak pun menjadi lebih sulit untuk begaul dan berkomunikasi dengan teman sebayanya. Di fase itulah temannya akan menganggap anak tersebut tidak nyambung.
Lihat Juga :