Stunting pada Anak Dipicu Perilaku Salah Masyarakat
Minggu, 02 Agustus 2020 - 17:12 WIB
loading...
A
A
A
Diakui Pakar Nutrisi Dr. Rita Ramayulis, DCN, M.Kes, banyak perilaku selama 1.000 hari pertama kehidupan (HPK) yang meningkatkan kerentanan terjadinya stunting . Sebut saja ibu hamil yang tidak paham soal stunting, dan tak meyakini bahwa stunting bisa terjadi akibat pola makan yang salah sehingga tidak melakukan pencegahan sejak awal. Sebagian ibu hamil tidak memperbaiki pola makannya.
“Sebagian lain menganggap bahwa makan saat hamil diperuntukkan bagi dua orang. Akibatnya, hanya porsi nasi yang ditambah agar kenyang. Belum lagi mitos untuk menghindari daging merah, makanan laut, dan kacang-kacangan, yang akhirnya membuat ibu hamil kekurangan protein,” paparnya.
Stunting berkembang selama 1.000 HPK. Kondisi saat hamil akan memengaruhi kondisi saat ibu melahirkan nanti, yang akan memengaruhi kondisi bayi usia 0-6 bulan, 7-11 bulan, lalu 12-24 bulan.
Rita menyayangkan usai melahirkan banyak ibu yang tidak melakukan IMD (inisiasi menyusui dini). Ada pula yang melakukan, tapi caranya salah. Bayi hanya diletakkan di area puting susu ibu, dan dianggap selesai.
“Padahal yang kita inginkan, bayi bergerak sendiri dari perut ibu untuk mencari puting susu ibu,” terang Rita.
“Sebagian lain menganggap bahwa makan saat hamil diperuntukkan bagi dua orang. Akibatnya, hanya porsi nasi yang ditambah agar kenyang. Belum lagi mitos untuk menghindari daging merah, makanan laut, dan kacang-kacangan, yang akhirnya membuat ibu hamil kekurangan protein,” paparnya.
Stunting berkembang selama 1.000 HPK. Kondisi saat hamil akan memengaruhi kondisi saat ibu melahirkan nanti, yang akan memengaruhi kondisi bayi usia 0-6 bulan, 7-11 bulan, lalu 12-24 bulan.
Rita menyayangkan usai melahirkan banyak ibu yang tidak melakukan IMD (inisiasi menyusui dini). Ada pula yang melakukan, tapi caranya salah. Bayi hanya diletakkan di area puting susu ibu, dan dianggap selesai.
“Padahal yang kita inginkan, bayi bergerak sendiri dari perut ibu untuk mencari puting susu ibu,” terang Rita.
Lihat Juga :