Kemenparekraf Dukung Fantasy Town Lestarikan Budaya Indonesia Secara Digital

Minggu, 02 Agustus 2020 - 18:30 WIB
loading...
Kemenparekraf Dukung...
Kemenparekraf menyambut baik kehadiran Fantasy Town dalam perannya untuk melestarikan kebudayaan Indonesia dan akan terus mendukung pertumbuhan industri game di Indonesia. Foto/Dok Fantasy Town
A A A
JAKARTA - Indonesia kaya akan peninggalan budaya, seni rupa, dan sejarah dari masa lampau, yang biasanya dapat dinikmati dengan berkunjung ke museum atau tempat bersejarah lain. Namun, dengan adanya masa pandemi ini, terdapat keterbatasan untuk melakukan hal tersebut.

Seiring perkembangan zaman, mengenal budaya Indonesia kini dapat diakses melalui dunia digital, salah satunya lewat Garena Fantasy Town yang menghadirkan sejumlah tempat bersejarah di Indonesia untuk mengenal serta melestarikan budaya dari rumah dengan cara yang menyenangkan melalui game farming simulator.

Tempat bersejarah di Indonesia yang resmi dihadirkan dalam Fantasy Town di antaranya Candi Borobudur, Monumen Nasional (Monas), Lawang Sewu, Kota Tua Jakarta, Rumah Gadang, hingga Rumah Adat Daerah Istimewa Yogyakarta, Sumatera Utara, Nusa Tenggara Timur, Papua, dan Bugis yang juga mendapat dukungan dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) karena sejalan dengan gerakan Bangga Buatan Indonesia, yang memperkenalkan budaya dan cerita rakyat melalui sarana digital, yakni mobile games. (Baca Juga: Ada Karakter Garuda, Roro Kidul hingga Kabayan dalam Game Fantasy Town )

Setelah melakukan peluncuran pada pertengahan Juli lalu, Fantasy Town telah menghadirkan berbagai karakter dan kostum yang berasal dari cerita rakyat Indonesia seperti Kabayan, Iteung, hingga Radu yang terinspirasi dari pakaian adat Madura. Melalui karakter dan kostum tersebut, untuk para Bossku (sebutan para pemain di Fantasy Town) dapat belajar budaya Indonesia dari rumah dengan cara yang seru dan menyenangkan lewat permainan bercocok tanam, beternak, berdagang, menjelajahi area misterius, hingga membangun kota impian dengan nuansa budaya Indonesia.

"Ada begitu banyak kekayaan dan material penting dari kultur Indonesia seperti seni, sejarah, dan peninggalan, yang sebelumnya hanya dapat dilihat oleh mereka yang cukup beruntung bisa mengunjungi tempat tersebut. Fantasy Town merupakan sebuah usaha dari Garena Indonesia untuk melestarikan budaya lokal sehingga dapat diakses oleh siapa saja secara digital. Melalui game ini, diharapkan dapat juga bermanfaat untuk kepentingan edukasi budaya dalam menginspirasi generasi mendatang," beber Hans Kurniadi Saleh, Direktur Garena Indonesia.

Kemenparekraf menyambut baik kehadiran Fantasy Town dalam perannya untuk melestarikan kebudayaan Indonesia dan akan terus mendukung pertumbuhan industri game di Indonesia, terutama karena sejalan dengan gerakan Bangga Buatan Indonesia yang mengusung budaya bangsa Indonesia. (Baca Juga: 3 Tren Wisata yang Muncul Pascapandemi )

“Kami juga berharap, semoga kedepannya Fantasy Town bisa ikut terus mengenalkan budaya Indonesia hingga ke mancanegara,“ sebut Josua Puji Mulia Simanjuntak, Pelaksana Tugas (Plt) Deputi Bidang Ekonomi Digital dan Produk Kreatif.

Sejumlah tempat bersejarah Indonesia yang ada di Fantasy Town sudah dapat diakses dan dijelajahi oleh siapapun yang memiliki koneksi internet melalui unduhan aplikasi di perangkat Android dan iOS.

Fantasy Town adalah game online bergenre farming simulator dengan permainan simulasi membangun kota impian dengan beragam aktivitas. Game ini dikembangkan oleh ©Arumgames dan dirilis oleh Garena Indonesia di App Store serta Playstore.
(tsa)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Akui Pernah Lakukan...
Akui Pernah Lakukan KDRT ke Istri, Dede Sunandar Ungkap Alasannya
Spirit of the Rainforest...
Spirit of the Rainforest Hadirkan Semarak Budaya Kalimantan di Bali
Tren Pesta Pernikahan,...
Tren Pesta Pernikahan, Pertahankan Nuansa Tradisional dengan Sentuhan Modern
Elvy Sukaesih hingga...
Elvy Sukaesih hingga Pieter F Gontha Raih Penghargaan Satya Budaya Narendra
Tanpa Unsur Kekerasan,...
Tanpa Unsur Kekerasan, Ini 3 Rekomendasi Game Online yang Ramah untuk Anak
Prabowo Akan Batasi...
Prabowo Akan Batasi Anak Bermain Game, Ini 5 Dampak Buruk dari Game Online
Fasilitasi Pasar Sekunder...
Fasilitasi Pasar Sekunder Esports, HIDDEN SUPPLY Kelola Transaksi Aset Tak Berwujud
Galungan Jadi Momentum...
Galungan Jadi Momentum Jaga Budaya Bali, Partai Perindo Ajak Perkuat Persatuan
Denny JA Soroti Kerusuhan...
Denny JA Soroti Kerusuhan Agustus 2025 dalam Perspektif Kelas Rentan Digital
Rekomendasi
Semringah di Pembukaan,...
Semringah di Pembukaan, IHSG Sesi Siang Ambruk 1,25% ke 6.099
Bonatua Kecewa PTUN...
Bonatua Kecewa PTUN Jakarta Putuskan Sidang Gugatan Penetapan Capres Jokowi Jadi E-Court
Kenapa Hari Asyura Dijuluki...
Kenapa Hari Asyura Dijuluki Lebaran Anak Yatim? Begini Sejarahnya di Indonesia
Berita Terkini
Desain Jersey Karya...
Desain Jersey Karya G-Dragon Tuai Pujian di Piala Dunia 2026, Sentuhan Streetwear Korea Jadi Sorotan
Ini Respons KPAI usai...
Ini Respons KPAI usai Didatangi Ruben Onsu yang Adukan Polemik Hak Asuh Anak
Cerita El Rumi & Syifa...
Cerita El Rumi & Syifa Hadju Bulan Madu di Italia, Romantis hingga Penuh Kejutan
Gaya Hidup Sehat Masyarakat...
Gaya Hidup Sehat Masyarakat Urban: Intip Keseruan Summer Wellness Club 2026 di Kuningan City Mall
Pihak Ruben Onsu Pertanyakan...
Pihak Ruben Onsu Pertanyakan Klaim Rumah Sarwendah: Mengapa Cicilan Masih Dibayar Ruben?
Sepekan Digelar, Jakarta...
Sepekan Digelar, Jakarta Fair 2026 Raih 1,5 Juta Pengunjung
Infografis
Daftar Juara Liga Indonesia...
Daftar Juara Liga Indonesia dari Masa ke Masa: Persib Ukir Sejarah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved