Ilmuwan Sulap Racun Laba-laba Jadi Obat Kuat Alami untuk Pria Impoten
Minggu, 24 September 2023 - 20:00 WIB
loading...
A
A
A
Meskipun kedengarannya tidak berbahaya, namun kondisi ini bisa menjadi pengalaman yang sangat tidak menyenangkan. Ini karena menyebabkan rasa sakit yang hebat dan berpotensi menyebabkan kerusakan permanen pada penis.
Para peneliti sebelumnya telah mengidentifikasi senyawa bioaktif yang memiliki peran atas ereksi yang tidak diinginkan tersebut. Yakni sebuah peptida yang disebut BZ371A, dan mensintesisnya di laboratorium.
Setelah menyelesaikan uji pendahuluan pada tikus, para ilmuwan di Universitas Federal Minas Gerais di Brazil berharap dapat menggunakan senyawa ini dalam uji klinis fase dua yang melibatkan pria dengan disfungsi ereksi.
Baca Juga: 7 Makanan yang Tidak Boleh Dikonsumsi Bersamaan, Bisa Picu Keracunan
Senyawa BZ371A akan digunakan dalam pengobatan topikal yang dioleskan ke penis, sehingga mendorong darah mengalir ke area tersebut. Hal ini menyebabkan timbulnya ereksi, tanpa ada efek samping yang tidak diinginkan dari racun laba-laba.
"Tes sejauh ini, telah menunjukkan bahwa senyawa tersebut bekerja dengan penggunaan dalam jumlah minimal dan tanpa toksisitas apa pun karena secara praktis tidak terdeteksi dalam aliran darah. Saya telah mempelajari senyawa tersebut selama bertahun-tahun," kata Maria Elena de Lima selaku Profesor di Universitas Federal Minas Gerais dan peneliti tersebut.
Para peneliti sebelumnya telah mengidentifikasi senyawa bioaktif yang memiliki peran atas ereksi yang tidak diinginkan tersebut. Yakni sebuah peptida yang disebut BZ371A, dan mensintesisnya di laboratorium.
Setelah menyelesaikan uji pendahuluan pada tikus, para ilmuwan di Universitas Federal Minas Gerais di Brazil berharap dapat menggunakan senyawa ini dalam uji klinis fase dua yang melibatkan pria dengan disfungsi ereksi.
Baca Juga: 7 Makanan yang Tidak Boleh Dikonsumsi Bersamaan, Bisa Picu Keracunan
Senyawa BZ371A akan digunakan dalam pengobatan topikal yang dioleskan ke penis, sehingga mendorong darah mengalir ke area tersebut. Hal ini menyebabkan timbulnya ereksi, tanpa ada efek samping yang tidak diinginkan dari racun laba-laba.
"Tes sejauh ini, telah menunjukkan bahwa senyawa tersebut bekerja dengan penggunaan dalam jumlah minimal dan tanpa toksisitas apa pun karena secara praktis tidak terdeteksi dalam aliran darah. Saya telah mempelajari senyawa tersebut selama bertahun-tahun," kata Maria Elena de Lima selaku Profesor di Universitas Federal Minas Gerais dan peneliti tersebut.
Lihat Juga :