Anji Bakal Buka Sosok Hadi Pranoto
Senin, 03 Agustus 2020 - 14:30 WIB
loading...
Media social diramaikan dengan video konten milik Anji Manji yang mengulas tentang Hadi Pranoto, yang mengklaim obat Covid-19 di YouTube. Foto/Instagram.
A
A
A
JAKARTA - Media social diramaikan dengan video konten milik Anji Manji yang mengulas tentang Hadi Pranoto yang mengklaim obat Covid-19 di YouTube, tetapi kemudian dihapus.
Konten itu membuat Anji mendapat beragam komentar miring. Salah satunya pelantun Dia ini dituding memberikan panggung pada orang-orang yang tidak kredibel.
Anji pun angkat bicara. Dia mengaku siap untuk mengungkap sosok Prof Hadi. Akan tetapi dia masih belum bisa memberikan keterangan sekarang ini. Alasannya sedang berada di Gunung Pantung.
“SIAPA SEBENARNYA (yang dibilang) PROF. HADI? Saya akan bicarakan besok bareng dengan beberapa pihak. Tolong komentar untuk hal itu besok saja,” kata Anji di akun Instagram @duniamanji. (Baca juga: Adele Sukses Turunkan Berat Badan, Seperti Ini Metode Dietnya ).
“Saat menulis ini, saya ada di depan Radio Malabar di Gunung Puntang. Sebuah radio dengan sejarah tingkat tinggi, tapi keadaannya kurang terjaga dan terpelihara. Saya juga menemui sampah yang ditinggalkan orang-orang yang kemping,” sambung dia.
Konten itu membuat Anji mendapat beragam komentar miring. Salah satunya pelantun Dia ini dituding memberikan panggung pada orang-orang yang tidak kredibel.
Anji pun angkat bicara. Dia mengaku siap untuk mengungkap sosok Prof Hadi. Akan tetapi dia masih belum bisa memberikan keterangan sekarang ini. Alasannya sedang berada di Gunung Pantung.
“SIAPA SEBENARNYA (yang dibilang) PROF. HADI? Saya akan bicarakan besok bareng dengan beberapa pihak. Tolong komentar untuk hal itu besok saja,” kata Anji di akun Instagram @duniamanji. (Baca juga: Adele Sukses Turunkan Berat Badan, Seperti Ini Metode Dietnya ).
“Saat menulis ini, saya ada di depan Radio Malabar di Gunung Puntang. Sebuah radio dengan sejarah tingkat tinggi, tapi keadaannya kurang terjaga dan terpelihara. Saya juga menemui sampah yang ditinggalkan orang-orang yang kemping,” sambung dia.
Lihat Juga :