Benarkah Makanan Tinggi Kolesterol Menyebabkan Penyakit Kardiovaskular? Ahli: Hindari Gorengan
Selasa, 03 Oktober 2023 - 06:00 WIB
loading...
A
A
A
Ia juga mengungkapkan, semua dari kesimpangsiuran dan minimnya edukasi kesehatan di kalangan masyarakat awam.
"Kolesterol makanan itu berbeda dengan kolesterol dalam darah," ujarnya .
Berikut ini tips menghindari penumpukan LDL yang berlebihan dalam darah:
Uniknya, gula ini sering tersembunyi dan banyak orang yang tidak menyadari ketika mereka konsumsi menu yang tinggi gula. Bahkan di dalam produk kemasan banyak nama gula yang tidak disebut sebagai gula, misalnya dextrose, maltodextrin, molasses.
"Belum lagi dengan kebiasaan makan orang Indonesia yang pada umumnya tinggi karbohidrat, karena apapun karbohidratnya kecuali serat akan dipecah dalam tubuh menjadi glukosa (gula)," katanya .
Ultra processed food ini mempunyai ciri khas bentuknya sudah jauh berbeda dengan bahan baku asalnya, ditambahkan bahan kimia sintetis, dan memiliki rasa yang sangat umami sampai membuat ketagihan.
Dampak dari ultra processed food ini dapat membebani kerja organ liver yang kemudian dapat menganggu metabolisme kolesterol dalam tubuh dan memicu peradangan, salah satunya di jantung dan pembuluh darah.
"Kolesterol makanan itu berbeda dengan kolesterol dalam darah," ujarnya .
Berikut ini tips menghindari penumpukan LDL yang berlebihan dalam darah:
1. Kurangi asupan gula dan karbohidrat olahan
Selama ini banyak orang yang lebih was-was dengan kolesterol dan lemak makanan, padahal asupan gula dan karbohidrat olahan (mi, roti, kerupuk, keripik, hingga bolu) yang berlebihan inilah yang meningkatkan LDL, trigliserida, dan indikator penyakit kardiovaskular yang lain.Uniknya, gula ini sering tersembunyi dan banyak orang yang tidak menyadari ketika mereka konsumsi menu yang tinggi gula. Bahkan di dalam produk kemasan banyak nama gula yang tidak disebut sebagai gula, misalnya dextrose, maltodextrin, molasses.
"Belum lagi dengan kebiasaan makan orang Indonesia yang pada umumnya tinggi karbohidrat, karena apapun karbohidratnya kecuali serat akan dipecah dalam tubuh menjadi glukosa (gula)," katanya .
2. Hindari makanan yang diproses secara berlebihan (ultra processed food)
Batas berlebihan ini memang yang perlu dipahami, masyarakat karena ada perbedaan mendasar antara makanan yang diproses secara wajar, misalnya soto ayam, ikan bakar, daging rendang. Namun berbeda dengan makanan yang diproses secara berlebihan seperti sosis, nugget, crabstick, bakso dan sebagainya.Ultra processed food ini mempunyai ciri khas bentuknya sudah jauh berbeda dengan bahan baku asalnya, ditambahkan bahan kimia sintetis, dan memiliki rasa yang sangat umami sampai membuat ketagihan.
Dampak dari ultra processed food ini dapat membebani kerja organ liver yang kemudian dapat menganggu metabolisme kolesterol dalam tubuh dan memicu peradangan, salah satunya di jantung dan pembuluh darah.
3. Perhatikan sumber lemak jenuh
Kalau selama ini banyak yang mencap lemak jenuh adalah lemak jahat, faktanya tidak semua lemak jenuh itu berbahaya untuk kesehatan. Lemak jenuh yang berasal dari sumber alami seperti daging merah, virgin coconut oil (VCO), bahkan santan kelapa asli sebenarnya tidak berdampak negatif untuk kesehatan selama dikonsumsi sesuai kebutuhan dan proses pengolahannya benar.Lihat Juga :