Studi: Tren Traveling Pasca Pandemi Lampaui Masa Pra Covid-19
Jum'at, 06 Oktober 2023 - 21:12 WIB
loading...
A
A
A
"Aktivitas traveling pasca pandemi bahkan melampaui sebelum pandemi. Kami optimis bahwa pariwisata akan tetap menjadi tulang punggung ekonomi yang vital. Terutama menjelang musim liburan akhir tahun," ungkapnya.
Riko menambahkan, studi GTI menunjukkan bahwa motivasi utama orang Indonesia bepergian di dalam dan ke luar negeri yaitu untuk bersantai (58%), menjelajahi sesuatu yang baru (45%), dan berbelanja (38%).
Ditemukan pula bahwa 92% wisatawan Indonesia memilih tiga negara yang menjadi tujuan utama. Yakni negara-negara Asia Pasifik seperti Singapura, Jepang, dan Malaysia.
Negara-negara di kawasan ini menjadi pilihan karena kedekatan geografis dan keterjangkauan harga. Selain itu, destinasi di Asia sering kali memberikan perpaduan antara pengalaman berbelanja dan kuliner yang familiar, serta atraksi budaya yang menarik bagi orang Indonesia.
"Seiring dengan optimisme kami atas digitalisasi perjalanan yang meliputi pembelian tiket pesawat dan tur, akomodasi, asuransi perjalanan, dan tentu saja belanja, studi ini juga menunjukkan bahwa 72% wisatawan Indonesia masih memiliki kekhawatiran terkait pembayaran sebelum melakukan perjalanan," tutup Riko.
Riko menambahkan, studi GTI menunjukkan bahwa motivasi utama orang Indonesia bepergian di dalam dan ke luar negeri yaitu untuk bersantai (58%), menjelajahi sesuatu yang baru (45%), dan berbelanja (38%).
Ditemukan pula bahwa 92% wisatawan Indonesia memilih tiga negara yang menjadi tujuan utama. Yakni negara-negara Asia Pasifik seperti Singapura, Jepang, dan Malaysia.
Negara-negara di kawasan ini menjadi pilihan karena kedekatan geografis dan keterjangkauan harga. Selain itu, destinasi di Asia sering kali memberikan perpaduan antara pengalaman berbelanja dan kuliner yang familiar, serta atraksi budaya yang menarik bagi orang Indonesia.
"Seiring dengan optimisme kami atas digitalisasi perjalanan yang meliputi pembelian tiket pesawat dan tur, akomodasi, asuransi perjalanan, dan tentu saja belanja, studi ini juga menunjukkan bahwa 72% wisatawan Indonesia masih memiliki kekhawatiran terkait pembayaran sebelum melakukan perjalanan," tutup Riko.
(tsa)
Lihat Juga :