Sandiaga Minta Kebakaran Taman Nasional Way Kambas Diinvestigasi
Senin, 09 Oktober 2023 - 22:22 WIB
loading...
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno buka suara soal kebakaran Taman Nasional Way Kambas di Lampung. Dia menyebut kasus ini harus diinvestigasi. Foto/Kontributor MPI
A
A
A
JAKARTA - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno buka suara soal kebakaran Taman Nasional Way Kambas di Lampung. Dia menyebut kasus ini harus diinvestigasi.
Investigasi, dikatakan Sandiaga bertujuan untuk mengetahui apakah kebakaran Taman Nasional Way Kambas yang terjadi beberapa waktu lalu karena unsur kesengajaan atau tidak.
"Ini harus betul-betul diinvestigasi dari modus operandi, apakah ini ada kesengajaan. Jika ada kesengajaan tentunya harus ada hukum pidana yang berlaku," kata Sandiaga di kantor Kemenparekraf, Jakarta, Senin (9/10/2023).
“Dan tentunya jika tidak ada kesengajaan, bisa saja karena kelalaian dan sebagainya, juga ada konsekuensinya yang harus dijalankan. Termasuk konsekuensi hukum,” sambungnya.
Baca Juga: Status Geopark Danau Toba Terancam Dicabut UNESCO, Begini Reaksi Sandiaga Uno
Berkaca dari kasus kebakaran hutan ini, Sandiaga lantas kembali menegaskan bahwa pemerintah harus lebih ketat dan tegas dalam menerapkan aturan bagi para masyarakat maupun wisatawan yang berkunjung ke sana. Misalnya, lewat sosialisasi.
Mengingat, saat ini cuaca di Indonesia juga masih dilanda siklus el-nino yang berkepanjangan sehingga risiko kebakaran semakin tinggi.
“Dan yang ketiga adalah aspek sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat, apa saja yang harus dihindari, do dan don't-nya apa saja yang harus mereka kerjakan untuk memastikan. Apalagi dengan suatu siklus el-nino yang berkepanjangan ini, kekeringan ini menghasilkan satu situasi yang sangat mudah terbakar," jelasnya.
"Jadi puntung rokok aja itu bisa terbakar, apalagi kalau dia bikin api unggun dan sebagainya,” imbuhnya.
Baca Juga: Sandiaga Uno Optimistis Tak Kekurangan Penginapan Jelang MotoGP Mandalika, Naik 15 Persen
Sandiaga juga menyebut, kasus ini menjadi tantangan sendiri bagi seluruh pihak dalam membangun green tourism di Indonesia. Termasuk pihak Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).
“Aduh, itu kita susah-susah mendorong dan berjibaku untuk memastikan green tourism, yang menjadi andalan kita, tapi kalau ada kejadian seperti itu tentunya itu merupakan suatu tantangan yang sangat luar biasa,” ungkapnya.
Meski begitu, Sandiaga memastikan Kemenparekraf akan bergandengan tangan dengan berbagai pihak melakukan beberapa mitigasi agar kejadian ini tidak terulang kembali.
“Tapi saya optimis sekarang kita bergandengan tangan, kita bisa mitigasi agar ini tidak terjadi lagi di kemudian hari,” ujarnya.
Baca Juga: Begini Cara Sandiaga Uno Gaet Turis China, Thailand Berlakukan Bebas Visa
“Yang kedua, jika ini taman nasional, ini kita bisa koordinasikan melalui kementerian lingkungan hidup dan kehutanan,” pungkasnya.
Investigasi, dikatakan Sandiaga bertujuan untuk mengetahui apakah kebakaran Taman Nasional Way Kambas yang terjadi beberapa waktu lalu karena unsur kesengajaan atau tidak.
"Ini harus betul-betul diinvestigasi dari modus operandi, apakah ini ada kesengajaan. Jika ada kesengajaan tentunya harus ada hukum pidana yang berlaku," kata Sandiaga di kantor Kemenparekraf, Jakarta, Senin (9/10/2023).
“Dan tentunya jika tidak ada kesengajaan, bisa saja karena kelalaian dan sebagainya, juga ada konsekuensinya yang harus dijalankan. Termasuk konsekuensi hukum,” sambungnya.
Baca Juga: Status Geopark Danau Toba Terancam Dicabut UNESCO, Begini Reaksi Sandiaga Uno
Berkaca dari kasus kebakaran hutan ini, Sandiaga lantas kembali menegaskan bahwa pemerintah harus lebih ketat dan tegas dalam menerapkan aturan bagi para masyarakat maupun wisatawan yang berkunjung ke sana. Misalnya, lewat sosialisasi.
Mengingat, saat ini cuaca di Indonesia juga masih dilanda siklus el-nino yang berkepanjangan sehingga risiko kebakaran semakin tinggi.
“Dan yang ketiga adalah aspek sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat, apa saja yang harus dihindari, do dan don't-nya apa saja yang harus mereka kerjakan untuk memastikan. Apalagi dengan suatu siklus el-nino yang berkepanjangan ini, kekeringan ini menghasilkan satu situasi yang sangat mudah terbakar," jelasnya.
"Jadi puntung rokok aja itu bisa terbakar, apalagi kalau dia bikin api unggun dan sebagainya,” imbuhnya.
Baca Juga: Sandiaga Uno Optimistis Tak Kekurangan Penginapan Jelang MotoGP Mandalika, Naik 15 Persen
Sandiaga juga menyebut, kasus ini menjadi tantangan sendiri bagi seluruh pihak dalam membangun green tourism di Indonesia. Termasuk pihak Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).
“Aduh, itu kita susah-susah mendorong dan berjibaku untuk memastikan green tourism, yang menjadi andalan kita, tapi kalau ada kejadian seperti itu tentunya itu merupakan suatu tantangan yang sangat luar biasa,” ungkapnya.
Meski begitu, Sandiaga memastikan Kemenparekraf akan bergandengan tangan dengan berbagai pihak melakukan beberapa mitigasi agar kejadian ini tidak terulang kembali.
“Tapi saya optimis sekarang kita bergandengan tangan, kita bisa mitigasi agar ini tidak terjadi lagi di kemudian hari,” ujarnya.
Baca Juga: Begini Cara Sandiaga Uno Gaet Turis China, Thailand Berlakukan Bebas Visa
“Yang kedua, jika ini taman nasional, ini kita bisa koordinasikan melalui kementerian lingkungan hidup dan kehutanan,” pungkasnya.
(dra)
Lihat Juga :