Review Film Saw X: Kembalinya Teror Mengerikan John Kramer
Rabu, 11 Oktober 2023 - 17:17 WIB
loading...
A
A
A
Sama seperti yang sudah-sudah, permainan yang ditawarkan Jigsaw selalu berujung maut. Korban sudah di-set untuk tidak selamat. Bahkan, yang selamat dari permainannya pun tidak akan bertahan hidup lama.
Selain mengekplorasi usaha John untuk sembuh, film ini juga menampilkan anak magangnya, Amanda. Dia membantu John dalam setiap permainan yang dia buat. Karena film ini adalah sekuel langsung Saw pertama, maka ini menandai awal keterlibatan Amanda dalam setiap aksi Jigsaw.
![Review Film Saw X: Kembalinya Teror Mengerikan John Kramer]()
Foto: Men’s Health
John harus berkali-kali mengingatkan Amanda tentang misi mereka dan juga kesiapan Amanda untuk beraksi. Film ini adalah saksi kalau Amanda masih ada dalam kebimbangan ketika berhadapan dengan korban. Terutama, ketika dia merasa simpati pada korban itu. Dalam “peraturan” pembunuh berantai, rasa simpati bisa membahayakan mereka.
Sisi emosi Amanda ini memberikan sentuhan lain pada Saw X. Tidak hanya Amanda, tapi juga John. Usaha John untuk sembuh bisa membuat orang simpati. Ketika dia ditipu, orang pun bisa ikut emosi.
Di sisi lain, di film itu, John masih menunjukkan rasa kemanusiaannya pada seorang bocah bernama Carlos. Ikatan John dan Carlos di film itu cukup dalam sampai orang akan ikut emosi. Yang menarik, Carlos bukanlah korban John. Dia adalah seorang bocah yang dibantu John.
Adanya sentuhan emosi dan cerita yang mengalir di film ini menjadikan Saw X jadi enak ditonton. Film ini bisa jauh dari kesan sekadar film gore tanpa cerita. Sutradara Kevin Greutert mampu menghadirkan sesuatu yang lain di franchise Saw lewat sentuhan emosi. Sementara duo penulis Peter Goldfinger dan Josh Stolberg bisa memberikan cerita yang benar-benar bisa dinikmati.
![Review Film Saw X: Kembalinya Teror Mengerikan John Kramer]()
Foto: Bloody Disgusting
Selain mengekplorasi usaha John untuk sembuh, film ini juga menampilkan anak magangnya, Amanda. Dia membantu John dalam setiap permainan yang dia buat. Karena film ini adalah sekuel langsung Saw pertama, maka ini menandai awal keterlibatan Amanda dalam setiap aksi Jigsaw.

Foto: Men’s Health
John harus berkali-kali mengingatkan Amanda tentang misi mereka dan juga kesiapan Amanda untuk beraksi. Film ini adalah saksi kalau Amanda masih ada dalam kebimbangan ketika berhadapan dengan korban. Terutama, ketika dia merasa simpati pada korban itu. Dalam “peraturan” pembunuh berantai, rasa simpati bisa membahayakan mereka.
Sisi emosi Amanda ini memberikan sentuhan lain pada Saw X. Tidak hanya Amanda, tapi juga John. Usaha John untuk sembuh bisa membuat orang simpati. Ketika dia ditipu, orang pun bisa ikut emosi.
Di sisi lain, di film itu, John masih menunjukkan rasa kemanusiaannya pada seorang bocah bernama Carlos. Ikatan John dan Carlos di film itu cukup dalam sampai orang akan ikut emosi. Yang menarik, Carlos bukanlah korban John. Dia adalah seorang bocah yang dibantu John.
Adanya sentuhan emosi dan cerita yang mengalir di film ini menjadikan Saw X jadi enak ditonton. Film ini bisa jauh dari kesan sekadar film gore tanpa cerita. Sutradara Kevin Greutert mampu menghadirkan sesuatu yang lain di franchise Saw lewat sentuhan emosi. Sementara duo penulis Peter Goldfinger dan Josh Stolberg bisa memberikan cerita yang benar-benar bisa dinikmati.

Foto: Bloody Disgusting
Lihat Juga :