5 Tanda Remaja Alami Depresi Berkaca Kasus Remaja Akhiri Hidup, Orangtua Wajib Tahu!

Jum'at, 13 Oktober 2023 - 18:00 WIB
loading...
5 Tanda Remaja Alami...
Aksi mengakhiri hidup remaja 20 tahun, NJW di Mal Paragon Semarang menyisakan duka. Diduga mengalami masalah kesehatan mental. Foto/ paradigmtreatment.
A A A
JAKARTA - Aksi mengakhiri hidup remaja 20 tahun, NJW di Mal Paragon Semarang masih menyisakan duka mendalam. Diduga lantaran masalah kesehatan mental yang dialami.

Hal itu terungkap dari surat terakhir yang ditulis untuk sang ibunda sebelum NJW memutuskan mengakhiri hidup. Dalam surat itu, dia mengaku sudah tak kuat lagi menjalani kehidupan dan memutuskan lompat dari ketinggian 20 meter.

Fenomena mengakhiri hidup yang dilakukan para remaja bukan hal yang baru. Kejadian ini seolah mengingatkan publik tentang betapa pentingnya kesehatan mental untuk mereka demi menanggulangi tindakan berbahaya yang tidak diinginkan.

Baca Juga: Waspada! Ini 4 Dampak Pakai Bra Kawat yang Jarang Diketahui

Karenanya, peran orangtua pada kesehatan mental anak remaja sangat lah penting. Terlebih, usia remaja merupakan usia yang belum matang dan rentan akan hal-hal yang sensitif pada mental mereka.

Orangtua perlu mengetahuinya gerak-gerik dan tanda yang perlu diwaspadai bila anak mulai mengalami rasa depresi. Tanda apa saja yang perlu diwaspadai oleh orangtua? Berikut informasinya.

Gejala Depresi

1. Mudah Marah

Pertama ialah mudah marah. Ini bisa diwaspadai sebagai tanda anak tengah mengalami depresi. Dilansir Mayo Clinic, Dr. Marcie Billings, seorang dokter anak mengatakan ada perbedaan antara remaja dengan orang dewasa saat mereka mengalami depresi.

"Gejala orang dewasa yang khas mungkin termasuk suasana hati depresi klasik, namun pada anak atau remaja, Anda mungkin melihat lebih banyak lekas marah, peningkatan rewel, atau perilaku isolatif," ungkapnya.

2. Kenaikan Berat Badan

Selanjutnya ialah kelebihan berat badan. Dr. Marcie mengatakan, salah satu perbedaan antara tanda depresi orang dewasa dan remaja ialah di berat badan mereka.

Orang dewasa yang depresi biasanya kehilangan berat badan dalam jumlah besar secara tiba-tiba. Namun, dengan anak-anak, mereka justru cenderung mengalami kenaikan berat badan.

"Anda mungkin melihat bahwa mereka tidak menambah berat badan dengan tepat, atau mereka mungkin mendapatkan kelebihan berat badan." kata Dr. Marcie.

3. Kehilangan Minat dan Hobi

Seorang remaja yang depresi mungkin kehilangan minat pada kegiatan yang sebelumnya disukai. Normal bagi anak muda untuk ingin mencoba hal-hal baru dan, kadang-kadang, meninggalkan kegiatan dan olahraga lama.

Namun, jika anak remaja Anda tidak mengambil kegiatan baru untuk menggantikan kegiatan yang tidak lagi mereka minati, ini bisa menjadi tanda depresi remaja.

4. Menggunakan Obat-obatan dan Alkohol

Tanda selanjutnya yang perlu diwaspadai ialah ketika anak mulai mendekati obat-batan hingga alhokol. Dilansir Paradigm Treatment, remaja akan mencoba mengobati sendiri perasaan buruk mereka dengan beralih ke zat, dan penggunaannya dapat dengan cepat berubah menjadi penyalahgunaan.

Ini dapat memperburuk depresi, karena dapat membuat remaja merasa bersalah dan kewalahan, bahkan bisa mengancam kesehatan fisiknya.

Baca Juga: Dikira Kena Flu, Wanita Ini Idap Penyakit Misterius yang Bikin Wajahnya Lumpuh

5. Nilai Akademis Menurun

Satu lagi tanda remaja mengalami depresi dan perlu diwaspadai orangtua ialah penurunan nilai akademis. Penurunan yang signifikan bisa menjadi tahap perkembangan lain atau tanda bahwa sesuatu yang serius sedang terjadi.

Dalam beberapa kasus, itu bisa berupa depresi atau penyakit mental lainnya. Salah satu alasan mengapa depresi dapat menyebabkan nilai buruk adalah bahwa hal itu cenderung merampok motivasi seseorang termasuk belajar.
(tdy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Cukup Baca 4 Buku Setahun,...
Cukup Baca 4 Buku Setahun, Risiko Stres dan Depresi Bisa Turun Signifikan
HighEnd Magazine Dorong...
HighEnd Magazine Dorong Perempuan Modern Peduli Mental Wellness Lewat HighTea Eksklusif
Tips Mengatasi Doomscrolling,...
Tips Mengatasi Doomscrolling, Kebiasaan Scroll Berita Buruk yang Rusak Kesehatan Mental
Anak Tantrum karena...
Anak Tantrum karena Sosmed Dibatasi? Ini Tips Mengatasinya
Ini Alasan Mengapa Pria...
Ini Alasan Mengapa Pria Jarang Bercerita Saat Stres dan Depresi
Menkes Ungkap 10% Anak...
Menkes Ungkap 10% Anak Indonesia Alami Masalah Kesehatan Jiwa, Medsos Diduga Jadi Pemicunya
HUT ke-80 Bhayangkara,...
HUT ke-80 Bhayangkara, Polda NTT Perkuat Kesehatan Mental Personel lewat USEFT
Wujudkan Ruang Aman...
Wujudkan Ruang Aman bagi Anak, Ibu-Ibu di Bajawa Dibekali Edukasi Pengasuhan dan Kesehatan
Saatnya Negara Memperkuat...
Saatnya Negara Memperkuat Profesi Psikolog Klinis
Rekomendasi
Jelang Upacara HUT Ke-80...
Jelang Upacara HUT Ke-80 Bhayangkara, Begini Situasi Satlat Brimob Cikeas
Kontroversi Piala Dunia...
Kontroversi Piala Dunia 2026: Iran Kecam Pejabat AS yang Ejek Kegagalan Team Melli
Presiden Prabowo Jadi...
Presiden Prabowo Jadi Inspektur Upacara Peringatan Hari Bhayangkara di Cikeas
Berita Terkini
Sunscreen Ringan Jadi...
Sunscreen Ringan Jadi Pilihan Perlindungan Kulit Harian di Iklim Tropis
Mencicipi Lima Abad...
Mencicipi Lima Abad Jakarta dari Meja Makan, Warisan Kuliner Peranakan di Kota Tua
GSDC 2026 di ICE BSD...
GSDC 2026 di ICE BSD Perkuat Posisi Indonesia dalam Industri MICE Berkelanjutan
Usia 30-an Lutut Mulai...
Usia 30-an Lutut Mulai Rewel? Mengapa Welmove Bukan Hanya Suplemen untuk Orang Tua
My Devil President:...
My Devil President: Microdrama CEO yang Penuh Plot Twist
Sinopsis Microdrama...
Sinopsis Microdrama Swift Vows Love Story Unfolds di V+Short, Kisah Cinta CEO
Infografis
5 Skill yang Wajib Dimiliki...
5 Skill yang Wajib Dimiliki Calon Mahasiswa Kedokteran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved