Festival Jajanan Bango 2023 Siap Bangkitkan Semangat Pelestarian Kuliner Nusantara
Minggu, 29 Oktober 2023 - 17:18 WIB
loading...
A
A
A
"Istilah culinary gem muncul karena minat Milenial dan Gen-Z untuk berpetualang kuliner kini semakin tinggi, termasukhuntingberbagai kuliner otentik dari mancanegara. Maka tak heran kalau Shoyu, Sriracha atau Gochujang jadi makin familiar di telinga dan lidah generasi muda,” ujarnya.
Ia menyebutkan di tengah kondisi seperti ini, salah satu misi platform DHKH adalah mengajak Hal Teman, terutama millenial dan Gen-Z agar tidak lupa akan kuliner nusantara dan terus mengeksplorasi kekayaannya. Bisa dibilang, sebagian besar daritripyang ia lakukan berfokus mengunjungi UMKM kuliner nusantara yang masih kurang terekspos, termasuk hidangan-hidangan otentik yang kaya dengan penggunaan kecap.
Andreas Maryoto sebagai Food Historian menuturkan bahwa sebagai bangsa kita sudah sepatutnya bangga dengan Indonesia dan kecap manisnya, culinary gemasli nusantara yang mempersatukan aneka kelezatan hidangan dari generasi ke generasi. Sejak abad ke-16, kecap manis adalah hasil akulturasi antara sauskoechiapyang dibawa pedagang Tiongkok dengan gula jawa atau gula kelapa yang banyak digunakan pribumi untuk mengolah makanan.
"Hingga kini, Indonesia adalah satu-satunya negara yang memiliki kecap bercita rasa manis, dilengkapi rasa umami dari proses fermentasi kedelai. Berkat keunikan ini, aneka hidangan Nusantara yang menggunakan kecap manis bahkan telah mengharumkan nama bangsa di kancah dunia,” ujarnya.
Untuk itu, Festival Jajanan Bango mengajak pecinta kuliner melestarikan kecap manis dengan mengeksplorasi ragam hidangan berbasis kecap yang tersebar di seluruh wilayah nusantara. Setelah berpetualang kuliner. Diharapkan bagi konsumen, khususnya para ibu menjadi lebih terdorong untuk menyajikan aneka hidangan berbasis kecap di rumah, yang secara tidak langsung turut berperan melestarikan kekayaan kuliner Indonesia.
Festival Jajanan Bango 2023 adalah sesuatu yang berbeda. Dengan tema 'Bangkitkan Sejuta Rasa Nusantara', Bango berikanpengalaman multisensoridalam bentuk sebuah galeri yang menonjolkan berbagai pesona kuliner nusantara menggunakanteknologi imersifyang memanjakan kelima indera. Diharapkan dengan pengalaman ini, para pecinta kuliner akan semakin tidak sabar untuk menikmati aneka hidangan yang tersedia, dan akan lebih mengapresiasinya sebagai sebuah mahakarya yang patut dilestarikan.
Ia menyebutkan di tengah kondisi seperti ini, salah satu misi platform DHKH adalah mengajak Hal Teman, terutama millenial dan Gen-Z agar tidak lupa akan kuliner nusantara dan terus mengeksplorasi kekayaannya. Bisa dibilang, sebagian besar daritripyang ia lakukan berfokus mengunjungi UMKM kuliner nusantara yang masih kurang terekspos, termasuk hidangan-hidangan otentik yang kaya dengan penggunaan kecap.
Andreas Maryoto sebagai Food Historian menuturkan bahwa sebagai bangsa kita sudah sepatutnya bangga dengan Indonesia dan kecap manisnya, culinary gemasli nusantara yang mempersatukan aneka kelezatan hidangan dari generasi ke generasi. Sejak abad ke-16, kecap manis adalah hasil akulturasi antara sauskoechiapyang dibawa pedagang Tiongkok dengan gula jawa atau gula kelapa yang banyak digunakan pribumi untuk mengolah makanan.
"Hingga kini, Indonesia adalah satu-satunya negara yang memiliki kecap bercita rasa manis, dilengkapi rasa umami dari proses fermentasi kedelai. Berkat keunikan ini, aneka hidangan Nusantara yang menggunakan kecap manis bahkan telah mengharumkan nama bangsa di kancah dunia,” ujarnya.
Untuk itu, Festival Jajanan Bango mengajak pecinta kuliner melestarikan kecap manis dengan mengeksplorasi ragam hidangan berbasis kecap yang tersebar di seluruh wilayah nusantara. Setelah berpetualang kuliner. Diharapkan bagi konsumen, khususnya para ibu menjadi lebih terdorong untuk menyajikan aneka hidangan berbasis kecap di rumah, yang secara tidak langsung turut berperan melestarikan kekayaan kuliner Indonesia.
Festival Jajanan Bango 2023 adalah sesuatu yang berbeda. Dengan tema 'Bangkitkan Sejuta Rasa Nusantara', Bango berikanpengalaman multisensoridalam bentuk sebuah galeri yang menonjolkan berbagai pesona kuliner nusantara menggunakanteknologi imersifyang memanjakan kelima indera. Diharapkan dengan pengalaman ini, para pecinta kuliner akan semakin tidak sabar untuk menikmati aneka hidangan yang tersedia, dan akan lebih mengapresiasinya sebagai sebuah mahakarya yang patut dilestarikan.
Lihat Juga :