alexa snippet

Bahaya Sering Memandikan Bayi

Bahaya Sering Memandikan Bayi
Hati-hati bagi orang tua yang sering memandikan bayi. Pasalnya hal itu akan merusak kulit bayi. Foto/Ilustrasi/Istimewa.
A+ A-
JAKARTA - Bayi memiliki kulit yang sensitif. Itu sebab para ibu harus benar-benar memerhatikannya, seperti saat memandikan bayi. Pasalnya sering memandikan bayi bisa membuat kulit menjadi rusak.

"Sering memandikan bayi itu akan mempengaruhi tingkat ph-nya. Tingkat ph itu harus diperhatikan, soalnya kandungan ph merupakan supermisi dalam melindungi faktor eksternal. Kalau kandungan ph terganggu, bayi akan lebih berkeringat. Sebab lapisan ph ini berfungsi untuk menyerap kandungan air yang ada di tubuh. Tujuannya agar air tidak keluar dari keringat," kata Dr Jerome Valleteau De Moulliac di Jakarta.

Lapisan epidermis yang berkurang juga membuat fungsi kulit menjadi terganggu. Sebab, air yang selalu digunakan mandi itu bisa menipiskan kulit pada bayi.

"Sering mandi berarti membuat kulit semakin menipis. Jadi, harus diperhatikan karena ada penerapan dari unsur luar. Bayi itu saat lahir itu steril," ujarnya.

Untuk itu, menandikan bayi cukup dua kali sehari. Jika pun bayi memiliki kotoran, utamanya saat makan, maka gunakanlah tisu basah serta hindari penggunaan air panas saat memandikan bayi.

"Jangan memandikan bayi dengan air panas. Itu bisa merusak kulitnya. Lebih baik memandikannya dengan gel atau keasaman netral atau membelikan pelembab," tukasnya.
(tdy)
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top