CERMIN: Si Pembunuh dalam 6 Bab
Sabtu, 11 November 2023 - 08:45 WIB
loading...
A
A
A
Ya, The Killer dikonstruksi David selayaknya film bisutapi dengan narator supercerewet. Narator yang selalu memberi tahu langkah-langkah yang harus dilakukan seorang pembunuh bayaran profesional, tapi langkah-langkah itu bisa dilanggarnya seketika. “Stick to your plan. Anticipate, don’t improvise. Fight only the battle you’re paid to fight. Trust no one”.
Ada pengaruh Albert Camus hingga Friedrich Nietzche yang disuntikkan oleh Andrew Kevin Walker ke dalam skenarionya, hanya untuk memberitahu penonton bahwa si pembunuh bayaran memotivasi dirinya sendiri terus menerus karena kegagalan yang dilakukan pada awal film.
Saya termasuk salah satu sutradara yang tak terlalu menggemari narasi dalam film. Karena yang sering kali saya lihat terutama dalam film Indonesia adalah betapa narasi itu hanyalah mengulang informasi yang sesungguhnya sudah tersaji visual maupun diucapkan lewat dialog para tokoh-tokohnya. Jadinya terasa redundant.
![CERMIN: Si Pembunuh dalam 6 Bab]()
Foto: Netflix
Saya mengkritik cukup keras narasi yang menurut saya berlebihan dan tak efektif yang ditampilkan dalam film Ketika Berhenti di Sini besutan Umay Shahab misalnya. Tapi entah apa yang terjadi dengan The Killer yang justru sangat berlebihan narasinya tapi terasa sangat pas dipadukan dengan film yang memang dibangun minim dialog.
Sentuhan Nietzche dengan paham nihilistiknya juga terasa kuat dengan sosok si pembunuh bayaran tak bernama yang seakan tak peduli apa pun. Ia hanya peduli pada bagaimana menjalankan pekerjaannya dengan baik. Tapipada saat yang sama, ia bisa sangat panik ketika melihat orang terkasihnya mendapat teror akibat kegagalannya.
Sekali lagi David mencoba bermain-main dengan pemahaman sebagian besar orang tentang nihilistik dan seakan ingin bilang, “Hei, menjadi nihilistik paripurna pun tidak mungkin di dunia yang serbakonsumeristis seperti saat ini”. Hanya saja karena dituturkan dari sudut pandang seorang pembunuh bayaran, maka kritik itu berubah menjadi humor satire yang cerdik dan rasanya tak akan menyinggung siapa pun.
![CERMIN: Si Pembunuh dalam 6 Bab]()
Foto: Netflix
Ada pengaruh Albert Camus hingga Friedrich Nietzche yang disuntikkan oleh Andrew Kevin Walker ke dalam skenarionya, hanya untuk memberitahu penonton bahwa si pembunuh bayaran memotivasi dirinya sendiri terus menerus karena kegagalan yang dilakukan pada awal film.
Saya termasuk salah satu sutradara yang tak terlalu menggemari narasi dalam film. Karena yang sering kali saya lihat terutama dalam film Indonesia adalah betapa narasi itu hanyalah mengulang informasi yang sesungguhnya sudah tersaji visual maupun diucapkan lewat dialog para tokoh-tokohnya. Jadinya terasa redundant.

Foto: Netflix
Saya mengkritik cukup keras narasi yang menurut saya berlebihan dan tak efektif yang ditampilkan dalam film Ketika Berhenti di Sini besutan Umay Shahab misalnya. Tapi entah apa yang terjadi dengan The Killer yang justru sangat berlebihan narasinya tapi terasa sangat pas dipadukan dengan film yang memang dibangun minim dialog.
Sentuhan Nietzche dengan paham nihilistiknya juga terasa kuat dengan sosok si pembunuh bayaran tak bernama yang seakan tak peduli apa pun. Ia hanya peduli pada bagaimana menjalankan pekerjaannya dengan baik. Tapipada saat yang sama, ia bisa sangat panik ketika melihat orang terkasihnya mendapat teror akibat kegagalannya.
Sekali lagi David mencoba bermain-main dengan pemahaman sebagian besar orang tentang nihilistik dan seakan ingin bilang, “Hei, menjadi nihilistik paripurna pun tidak mungkin di dunia yang serbakonsumeristis seperti saat ini”. Hanya saja karena dituturkan dari sudut pandang seorang pembunuh bayaran, maka kritik itu berubah menjadi humor satire yang cerdik dan rasanya tak akan menyinggung siapa pun.

Foto: Netflix
Lihat Juga :