6 Penyebab Gigi Sensitif dan Cara Mengatasinya
Kamis, 16 November 2023 - 17:20 WIB
loading...
Gigi sensitif atau dentin hipersensitivitas adalah kondisi gigi merasakan ketidaknyamanan atau nyeri saat terpapar pada rangsangan tertentu. Foto Ilustrasi/iStock
A
A
A
SURABAYA - Gigi sensitif atau dentin hipersensitivitas adalah kondisi gigi merasakan ketidaknyamanan atau nyeri saat terpapar pada rangsangan tertentu, seperti makanan atau minuman panas, dingin, manis, asam, atau bahkan saat menyikat gigi.
Penyebab gigi sensitif ketika lapisan luar gigi yang disebut enamel melunak atau aus, sehingga mengakibatkan paparan lapisan gigi yang lebih sensitif yang disebut dentin.
Dentin memiliki tubuli mikroskopis yang menghubungkan permukaan gigi dengan saraf di dalam gigi, sehingga rangsangan dapat mencapai saraf gigi dan menyebabkan nyeri.
Baca Juga: Ini Bahaya Makan Jengkol, Bisa Merusak Ginjal
Menurut dosen Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) UM Surabaya Aryo Sutowijoyo, penyebab gigi sensitif bisa beragam. Namun, secara umum ada enam penyebab dan cara mengatasinya.
Pertama, erosi email gigi.
Penyebab erosi email gigi terjadi ketika lapisan pelindung gigi yang disebut email gigi aus atau rusak akibat konsumsi makanan dan minuman asam, penggunaan sikat gigi yang keras, atau regurgitasi asam (misalnya, pada kasus bulimia).
Penyebab gigi sensitif ketika lapisan luar gigi yang disebut enamel melunak atau aus, sehingga mengakibatkan paparan lapisan gigi yang lebih sensitif yang disebut dentin.
Dentin memiliki tubuli mikroskopis yang menghubungkan permukaan gigi dengan saraf di dalam gigi, sehingga rangsangan dapat mencapai saraf gigi dan menyebabkan nyeri.
Baca Juga: Ini Bahaya Makan Jengkol, Bisa Merusak Ginjal
Menurut dosen Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) UM Surabaya Aryo Sutowijoyo, penyebab gigi sensitif bisa beragam. Namun, secara umum ada enam penyebab dan cara mengatasinya.
Pertama, erosi email gigi.
Penyebab erosi email gigi terjadi ketika lapisan pelindung gigi yang disebut email gigi aus atau rusak akibat konsumsi makanan dan minuman asam, penggunaan sikat gigi yang keras, atau regurgitasi asam (misalnya, pada kasus bulimia).
Lihat Juga :