Busana Rajut dan Hana Tajima nan Nyaman

loading...
Busana Rajut dan Hana Tajima nan Nyaman
Label Uniqlo menghadirkan eksplorasi dan memanfaatkan kain melalui teknologi revolusioner. Foto/Dok. Uniqlo
A+ A-
JAKARTA - Koneksi antara teknologi dan pakaian minimalis menjadi sebuah tren. Kini telah hadir koleksi busana 3D Knitting untuk menampilkan pakaian rajut yang memberi kenyamanan secara instan.

Knitwear atau pakaian rajut kerap digeneralisasi sebagai busana yang kurang modern. Jenis pakaian ini sering kali dikenakan sebagai pelengkap outwear saat menghadapi suhu rendah dengan visibilitas yang hampir tidak ada. Gerakan berbasis digital tailoring dalam menyempurnakan proses kreasi knitwear yang melahirkan garmen untuk mewujudkan potongan sophisticated nan utuh mengeliminasi stigma konservatif tadi.

Label Uniqlo menghadirkan eksplorasi dan memanfaatkan kain melalui teknologi revolusioner. Koneksi antara teknologi dan pakaian minimalis yang on trend dihadirkan dalam koleksi 3D Knitting. Koleksi ini melengkapi terobosan yang telah lebih dulu diciptakan seperti HEATTECH, AIRism, Blocktech, dan DRYEX. (Baca Juga: Dari Melissa McCarthy hingga Gracia Indri, Pesohor Perempuan Ini Kerja Keras untuk Raih Bobot Ideal)

Pengembangan proses digitalisasi yang merupakan dasar dari pembuatan 3D Knitting dimulai dari teknologi Wholegarment yang didesain di Jepang. Teknologi ini membuat sweater dan dress rajut dalam format potongan three dimensional atau 3D. Koleksi ini memiliki impresi elegan sekaligus exceptional fit yang menjadi salah satu sorotan. Hal ini memberikan kenyamanan secara instan berkat potongan yang seamless atau tanpa jahitan.



Mengutip rilis Uniqlo, disebutkan bahwa teknologi wholegarment membuat kain lebih fleksibel untuk mencapai bentuk dan potongan ultra-modern yang nyaman. Teknologi ini memastikan penggunaan garmen tidak ada yang tersisa atau meminimalisasi jejak karbon secara maksimal. Hal itu karena cara kerja mesin yang efisien. Proses rajut menggunakan volume benang yang sesuai dengan kebutuhan. Teknologi ini menahan kelebihan kain saat merajut berbagai kategori 3D Knitting.

Koleksi ini diciptakan lewat mesin yang mendemonstrasikan kontrol yang lebih terukur dibandingkan cara tradisional. Material yang soft dan sleek membuat tampilan item seperti W’s 3D Knitting Cotton Boat Neck L/S Sweater, W’s 3D Knit Cotton Balloon 3/4 Sleeve, dan W’s 3D Cotton V Neck Puff Half Sleeve terlihat begitu istimewa.

Tiga sweater koleksi Uniqlo untuk musim Fall-Winter 2020 tersebut dapat menjelma menjadi busana modern yang effortless atau minimalistic. Seperti kejutan pada 3D Cotton Boat Neck Long Sleeve, item terbaru yang melengkapi deretan koleksi 3D Knit. Ini menjadi item yang wajib dimiliki, khususnya di musim Fall-Winter karena kerahnya lebar dengan bentuk puffy pada tangan.



Selain koleksi 3D Knitting, label ini juga menghadirkan Hana Tajima Fall/Winter 2020. Tema koleksi terbaru tersebut adalah "Wearing Our Own Personal Stories".

“Kami para perempuan beradaptasi secara konstan dengan perubahan. Saya ingin merancang pakaian yang dapat menjadi bagian dari kehidupan saya dan para perempuan. Koleksi yang dapat dimodifikasi secara bebas dan mudah ke berbagai macam gaya,” ujar Hana Tajima. (Baca Juga: 5 Cara Awet Bersahabat dengan Lawan Jenis ala Film The Kissing Booth 2)

Untuk mempertahankan kenyamanan, koleksi ini berfokus pada bentuk dan siluet produk. Hana Tajima ingin koleksinya dapat mendefinisikan kembali arti feminin dengan mengambarkan kisah seseorang melalui pakaian yang sedang digunakan.

“Motif bunga pada koleksi ini menonjolkan keindahan alam. Koleksi kemeja dan celana berwarna netral gelap memancarkan energi feminin yang penuh gaya,” ujar Hana.
(tsa)
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top