Metode Wolbachia Jadi Kontroversi, Peneliti UGM: Bukan Hasil Rekayasa Genetik

Sabtu, 18 November 2023 - 17:15 WIB
loading...
Metode Wolbachia Jadi...
Metode wolbachia menuai kontroversi. Alasannya, pelepasan ratusan juta nyamuk Wolbachia dikhawatirkan membawa risiko besar. Foto/ trustspringer
A A A
JAKARTA – Metode wolbachia yang dilakukan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia menuai kontroversi. Alasannya, pelepasan ratusan juta nyamuk Wolbachia dikhawatirkan membawa risiko besar.

Alasannya, belum ada studi komprehensif di kota-kota di atas terkait efektivitas program penyebaran nyamuk wolbachia sehingga berpotensi risiko terhadap kesehatan masyarakat dan lingkungan, termasuk K3.

Peneliti Universitas Gadjah Mada, Prof. dr. Adi Utarini MSc, MPH, PhD mengatakan teknologi wolbachia telah melalui proses teliti sejak 2011 oleh World Mosquito Program (WMP) dan Universitas Gadjah Mada di Yogayakarta. Hasilnya, metode tersebut bukan rekayasa genetika.

Baca Juga: Metode Wolbachia Tuai Pro Kontra Atasi Kasus DBD, Hidup dalam Tubuh Nyamuk Aedes Aegypti

Prof Adi Utarini mengatakan teknologi ini mempunyai tujuan untuk menurunkan penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD) di Indonesia.

Wolbachia merupakan bakteri yang hanya dapat hidup di dalam tubuh serangga, termasuk nyamuk. Sehingga wolbachia tidak bisa bertahan hidup di luar sel tubuh serangga inangnya karena sudah memiliki sifat alami di dalam tubuh nyamuk aedes albopictus.

“Bakteri wolbachia maupun nyamuk sebagai inangnya bukanlah organisme hasil dari modifikasi genetik yang dilakukan di laboratorium. Secara materi genetik baik dari nyamuk maupun bakteri wolbachia yang digunakan, identik dengan organisme yang ditemukan di alam,” kata Prof Adi Utarini dikutip dalam keterangan resmi yang didapat MNC Portal Indonesia, Sabtu (18/11/2023).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kasus DBD Anak Meningkat...
Kasus DBD Anak Meningkat saat El Nino, Ini Gejala yang Wajib Diwaspadai
Rekor! Angka Kematian...
Rekor! Angka Kematian DBD di Indonesia Turun ke 0,4 Persen, Target Nol Kematian 2030 Kian Nyata
Kasus Dengue Tembus...
Kasus Dengue Tembus 161 Ribu, Kemenkes Sebut DBD Masih Jadi Momok di Indonesia dan ASEAN
Waspada Musim Hujan,...
Waspada Musim Hujan, Ini 5 Penyakit yang Kerap Mengintai Masyarakat
Kalimantan Utara Perkuat...
Kalimantan Utara Perkuat Pencegahan Dengue Lewat Program Vaksinasi Perdana
Kasus Dengue Melonjak,...
Kasus Dengue Melonjak, Kalimantan Utara Mulai Program Vaksin DBD
Google Berniat Lepaskan...
Google Berniat Lepaskan 32 Juta Nyamuk Jantan Steril di AS
Pesta Babi dan Politik...
'Pesta Babi' dan Politik Identitas
Kontroversi Amien Rais,...
Kontroversi Amien Rais, Pigai: Kebebasan Berbicara Ada Batasnya!
Rekomendasi
Brasil Resmi Gugat Keputusan...
Brasil Resmi Gugat Keputusan VAR ke FIFA, Gol Lionel Messi Ikut Terseret
Salam Prabowo Disampaikan...
Salam Prabowo Disampaikan Jumhur, Raja Charles Beri Pujian untuk Indonesia
Jumhur Hidayat Sampaikan...
Jumhur Hidayat Sampaikan Salam Hangat Presiden Prabowo ke Raja Charles
Berita Terkini
Rekomendasi Short Drama...
Rekomendasi Short Drama China, First Marriage Bliss Tayang di V+Short
Rissa Hipnotis Penonton...
Rissa Hipnotis Penonton Musiczone Okezone di Sarinah, Hipdut Bikin Semua Ikut Bergoyang
House And Vox Indonesia...
House And Vox Indonesia Ramaikan IIFEX EASTFOOD 2026, Hadirkan Inovasi Produk dan Cooking Demo
Menjelajah Batavia Lama,...
Menjelajah Batavia Lama, Jejak Bung Karno hingga Charlie Chaplin di Kota Tua Jakarta
Buka Musiczone, Nastya...
Buka Musiczone, Nastya Sabella Ajak Penonton Nyanyi dan Galau Bersama
Pangeran Harry Siapkan...
Pangeran Harry Siapkan Pengawal Pribadi saat Kunjungi London
Infografis
3 Alasan Greenland Jadi...
3 Alasan Greenland Jadi Kunci AS untuk Perang Nuklir Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved