Ganjar-Mahfud Akan Buka Layanan Kesehatan Mental 24 Jam

Senin, 20 November 2023 - 09:50 WIB
loading...
Ganjar-Mahfud Akan Buka...
Juru Bicara TPN Ganjar Pranowo dan Mahfud MD mengumumkan membuka layanan kesehatan mental 24 jam apabila pasangan ini berhasil keluar sebagai pemenang. Foto/Arif Julianto
A A A
JAKARTA - Dalam langkah progresif menuju kesejahteraan masyarakat, Juru Bicara Tim Pemenangan Nasional (TPN) pasangan Ganjar Pranowo dan Mahfud MD Sunanto (Cak Nanto) mengumumkan komitmen mereka untuk membuka layanan kesehatan mental 24 jam apabila pasangan ini berhasil keluar sebagai pemenang dalam Pemilihan Presiden 2024.

Cak Nanto mengatakan bahwa layanan tersebut akan mencakup penyediaan nomor darurat 24 jam setiap hari, memberikan akses kepada masyarakat untuk berkonsultasi mengenai masalah kesehatan mental yang mereka hadapi.

Langkah ini diharapkan dapat memberikan solusi yang responsif dan holistik terhadap tantangan kesehatan mental yang dihadapi oleh banyak individu.

"Ada penyediaan nomor darurat 24 jam dalam 7 hari, membangun komunikasi krisis untuk menangani masalah kesehatan mental secara holistik," kata Cak Nanto pada Kamis, 26 Oktober 2023.

Baca Juga: Artis hingga Influencer Puji Kekuatan Fisik Ganjar saat CFD, Ini 4 Cara Meningkatkan Stamina!

Selain nomor darurat, Ganjar-Mahfud juga berencana membentuk lembaga komunikasi krisis yang akan merespons masalah kesehatan mental secara responsif dan holistik. Rencananya, akan ada pos-pos konseling di setiap kampus, layanan kesehatan jiwa di semua puskesmas, dan fasilitas layanan jiwa di seluruh rumah sakit umum.

"Kehadiran para psikolog dan lembaga konseling menjadi sangat penting, pemerintah hadir untuk mengatasi masalah ini," jelasnya.

Cak Nanto menyoroti besarnya dampak depresi terutama pada generasi muda dan mengakui bahwa banyak masyarakat Indonesia mengalami masalah ini. Menurutnya, pasangan Ganjar-Mahfud berkomitmen untuk menyelesaikan permasalahan ini demi kesehatan jiwa dan raga rakyat.

"Dalam pandangan kami, masalah depresi ini bisa berakibat fatal dan berujung pada mengakhiri hidup. Oleh karena itu, Ganjar-Mahfud MD sangat konsen terhadap masalah ini sehingga akan membuat layanan nomor darurat 24 jam dan lembaga krisis center," ungkapnya.

Baca Juga: Hadiri Acara Puncak HUT ke-34 MNC Group, Ganjar Pranowo Teringat Hal Ikonik Ini

Dengan langkah-langkah konkret ini, pasangan Ganjar-Mahfud menegaskan bahwa prioritas negara ke depan adalah kesejahteraan masyarakat secara mental dan fisik. Ini merupakan langkah progresif dan mendalam dalam upaya menjaga kesehatan mental sebagai bagian integral dari kesejahteraan rakyat Indonesia.

Untuk mengetahui mengapa kesehatan mental menjadi isu yang difokuskan oleh Ganjar Pranowo dan Mahfud MD, berikut kondisinya di Indonesia pada saat ini.

Tantangan Kesehatan Mental di Indonesia Berdasarkan Data Terkini



Berdasarkan informasi yang dipublikasikan oleh World Population Review pada 2023, Ukraina menempati peringkat pertama sebagai negara dengan tingkat depresi tertinggi, mencapai 2.800.587 kasus atau sekitar 6,3 persen dari total penduduk. Amerika Serikat dan Estonia menempati peringkat kedua dengan prevalensi masing-masing 5,9 persen.

Di Indonesia, terdapat 9.162.886 kasus depresi, menyumbang sekitar 3,7 persen dari total populasi.

Baca Juga: Makna Lagu Tanduk Majeng, Tembang Khas Madura yang Dinyanyikan Cawapres Mahfud MD

Meski demikian, fakta bahwa jumlah penduduk Indonesia terus meningkat setiap tahun, kini mencapai 278.16.661 jiwa, menimbulkan kekhawatiran akan potensi peningkatan kasus depresi di masa mendatang.

Sementara data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) 2013, yang diakses melalui laman Our Better World, mengungkapkan bahwa sekitar 9 juta penduduk Indonesia telah mengalami depresi.

Dampaknya terlihat dalam tingginya angka bunuh diri, mencapai 3,4 kasus per 100.000 orang. Gejala kecemasan dan depresi menjadi pemicu utama dalam kasus bunuh diri, melibatkan sekitar 16 juta orang dewasa.

Penting untuk mencatat bahwa depresi juga merajalela di kalangan remaja Indonesia. Sebanyak 19 persen di antara mereka mengakui memiliki pemikiran untuk bunuh diri, sementara 45 persen sudah melakukan tindakan melukai diri sendiri.

Menurut Professor Christian Kieling dari Universidade Federal do Rio Grande do Sul, peningkatan depresi remaja diperkirakan mencapai 10-20 persen setiap tahunnya.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat bahwa pada 2019, sekitar 300 juta orang di seluruh dunia mengalami depresi, dengan 15,6 juta di antaranya berasal dari Indonesia.

Faktor risiko yang terkait dengan gangguan mental pada remaja melibatkan perundungan, lingkungan sekolah, hubungan keluarga, perilaku seks, penggunaan zat, pengalaman trauma masa kecil, dan akses ke fasilitas kesehatan.

Hasil penelitian I-NAMHS pada 2022, seperti yang dikutip dari laman UGM, menunjukkan bahwa satu dari tiga remaja Indonesia menghadapi masalah kesehatan di rentang usia 10-17 tahun, setara dengan 15,5 juta remaja. Gangguan mental yang umum dijumpai meliputi kecemasan, depresi, perilaku, PTSD, dan ADHD, masing-masing dengan persentase tertentu.

Secara keseluruhan, data tersebut menggambarkan urgensi penanganan kesehatan mental di Indonesia, khususnya di kalangan remaja. Tindakan preventif dan perhatian lebih lanjut terhadap faktor risiko dapat membantu mengurangi dampak negatif yang ditimbulkan oleh gangguan mental di masyarakat.
(dra)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
HighEnd Magazine Dorong...
HighEnd Magazine Dorong Perempuan Modern Peduli Mental Wellness Lewat HighTea Eksklusif
Tips Mengatasi Doomscrolling,...
Tips Mengatasi Doomscrolling, Kebiasaan Scroll Berita Buruk yang Rusak Kesehatan Mental
Anak Tantrum karena...
Anak Tantrum karena Sosmed Dibatasi? Ini Tips Mengatasinya
Waduh! Lebih dari 700...
Waduh! Lebih dari 700 Ribu Anak Indonesia Terdeteksi Cemas dan Depresi
Sentuhan Kemanusiaan...
Sentuhan Kemanusiaan di Wilayah Bencana: Fokus pada Kesehatan Mental dan Kebangkitan Usaha Perempuan
6 Kebiasaan Sederhana...
6 Kebiasaan Sederhana yang Ternyata Bisa Merusak Kesehatan Jika Diabaikan
PDIP Sudah Siap, Ganjar...
PDIP Sudah Siap, Ganjar Minta Percepat Pembahasan RUU Pemilu
Atasi Kebocoran Data...
Atasi Kebocoran Data Ekspor, Mahfud MD Dorong Penguatan PT DSI
Saatnya Negara Memperkuat...
Saatnya Negara Memperkuat Profesi Psikolog Klinis
Rekomendasi
Jadi Penasihat Presiden,...
Jadi Penasihat Presiden, Said Iqbal Tegaskan Buruh Tetap Bisa Demo Sesuai Aturan
Implementasi PP TUNAS...
Implementasi PP TUNAS Harus Bisa Jaga Daya Saing Generasi Muda di Ekonomi Digital
Heboh Kabar Direksi...
Heboh Kabar Direksi PLN Dirombak, Bos BP BUMN Buka Suara
Berita Terkini
Dari Iran ke Indonesia,...
Dari Iran ke Indonesia, Pesepeda Arezoo Tampil Memukau Lewat Sentuhan Ade Fitri Kirana
Nonton Gratis hingga...
Nonton Gratis hingga VIP, Ini Beragam Cara Menikmati Microdrama di V+Short
Ruben Onsu Tak Lagi...
Ruben Onsu Tak Lagi Harapkan Permintaan Maaf Sarwendah, Hanya Ingin Bertemu Anak
Liburan Mewah Tanpa...
Liburan Mewah Tanpa Menguras Anggaran: Hotel Bintang 4 dan 5 Mulai Rp300.000
Potret Alyssa Daguise...
Potret Alyssa Daguise dan Baby Soleil Jadi Sorotan, Perhiasan yang Dipakai Tembus Rp1,2 Miliar
Pembuktian Irish Bella...
Pembuktian Irish Bella jadi Produser di Film Horor Dosa, Tayang 11 Juni
Infografis
Pelajari Dampak Kesehatan...
Pelajari Dampak Kesehatan Mental Remaja, Instagram Gandeng Ahli
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved