alexa snippet

Teror di Panggung Musik yang Mengguncang Dunia

Teror di Panggung Musik yang Mengguncang Dunia
Konser musik berujung maut. GRAFIS/KORAN SINDO
A+ A-
AKSI teror di acara konser musik yang berujung pada jatuhnya korban jiwa tengah menjadi modus baru aksi terorisme akhir-akhir ini. Meski pelakunya memiliki motif berbeda-beda dan bukan hanya aksi terorisme namun sejatinya aksi teror di acara musik bukan akhir-akhir ini saja terjadi tetapi juga sudah berlangsung lama.

Berikut sejumlah aksi teror brutal di konser musik:

1. Pembantaian Stephen Paddock, Amerika Serikat (AS)

Penembakan yang dilakukan Stephen Paddock pada 1 Oktober 2017 lalu adalah aksi penembakan massal terburuk dalam sejarah Amerika Serikat (AS). Stephen Paddock, seorang pria bersenjata tunggal, bersembunyi di kamar hotelnya di lantai 32 resort dan kasino Mandalay Bay, yang tingginya di atas Las Vegas Strip, melakukan penembakan secara membabi buta ke sebuah acara musik di bawah hotel yang dihadiri sekitar 22.000 orang. Akibat aksi penembakan brutal itu, 59 orang terbunuh, serta 527 lainnya cedera.

2. Teror di Konser Eagles of Death Metal di Prancis

Serangan teror mengerikan terjadi dalam konser musik grup rock Eagles of Death Metal di gedung Bataclan Paris pada 13 November 2015 malam. Sebanyak tujuh orang pelaku penembakan yang semuanya mengenakan rompi bunuh diri dan membawa senjata otomatis melepaskan tembakan membabi-buta ke penonton konser. Teror berakhir setelah polisi menembak mati beberapa pelaku sedangkan sisanya melakukan aksi bunuh diri dengan meledakkan bom yang diikat di pinggang mereka. Sebanyak 130 orang tewas, 99 orang terluka parah, dan 352 lainnya luka-luka dalam teror tersebut.

3. Teror di Klub Gay di Orlando, Amerika Serikat (AS)

Pada dini hari 12 Juni 2016, tragedi penembakan terjadi di sebuah klub malam gay populer dan bar live musik bernama Pulse. Pelaku yang bernama Omar Mateen melepaskan tembakan ke dalam gedung klub Orlando yang padat. Aksi penembakan yang terjadi hampir tiga jam itu menyebabkan 49 orang tewas, dan 58 lainnya terluka. Polisi akhirnya bisa melumpuhkan pelaku setelah dilakukan pengepungan di klub malam tersebut.

4. Bom Bunuh Diri di Konser Ariana Grande

Tindakan terorisme di konser musik penyanyi Ariana Grande ini terjadi pada Mei 2017. Teror ini adalah serangan paling mematikan di tanah Inggris sejak pemboman Underground London pada 7 Juli 2005. Saat ribuan penonton memadati arena konser Manchester Arena, pelaku teror Salman Abedi meledakkan sebuah bom yang diikatkan di pinggangnya. Akibat aksi brutal itu sebanyak 22 orang tewas dan 250 lainnya luka-luka. Kebanyakan korban adalah gadis muda.

5. Penembakan Personel Grup Musik Trash Metal Pantera

Tragedi ini sangat dikenang oleh komunitas metal dunia sampai hari ini. Pada 8 Desember 2004, mantan gitaris grup musik trash metal Pantera, Darrel Abbott alias Dimebag Darrell ditembak mati dari jarak dekat oleh orang bernama Nathan Gale saat sedang tampil bersama Damageplan, band yang ia bentuk bersama adiknya, Vinnie Paul (eks drummer Pantera). Gale menembak kepala Darrell dengan pistol Beretta berkaliber 9 mm. Usai menembak Darrell, Gale ditembak mati oleh anggota kepolisian.

6. Penembakan di Konser Rolling Stones di 1969

Penembakan brutal terjadi di sebuah festival kaum hippies bertajuk Altamont Music Festival di Desember 1969 yang menampilkan grup musik Rolling Stone. Tragedi ini menjadi salah satu tragedi penembakan terburuk dalam sejarah musik dunia. Kesalahan utama penyelenggara festival adalah tidak adanya keamanan resmi karena promotor justru mengajak geng motor beringas Hell’s Angels untuk mengamankan konser. Tragedi dimulai saat 'The Stones' tampil di hadapan sekitar 4.000 hingga 5.000 penonton. Keributan antara penonton dengan Hell’s Angels akhirnya pecah. Hell’s Angels mulai mempersenjatai diri dengan rantai motor. Saat keributan tersebut, seorang perempuan bernama Meredith Hunter ditusuk oleh anggota Hell’s Angels kemudian sejumlah tembakan juga terjadi.

7. Penembakan di Konser Musik Rap di Kentucky, AS

Sebuah aksi penembakan brutal terjadi saat tengah digelar pertunjukan konser musik rap yang menampilkan rapper A Boogie wit da Hoodie di Louisville, Kentucky pada medio Maret 2017 lalu. Seseorang tiba-tiba melepaskan tembakan ke arena konser musik yang menyebabkan seorang tewas dan melukai empat lainnya. Savannah Walker,20, meninggal di tempat kejadian. Salah satu rapper yang tampil, Lil DE, menyalahkan pihak keamanan karena tidak rajin mengecek pintu depan arena konser. Padahal orang-orang datang dan pergi secara bebas melewati pintu belakang arena konser seluas 2.400 meter persegi tersebut.

8. Baku Tembak di Konser Rapper T.I. di Manhattan 2016

Seorang pria berusia 33 tahun terbunuh, dan tiga orang lainnya cedera saat baku tembak pecah saat konser rapper T.I. di Irving Plaza di Manhattan pada 2016. Suasana panik penonton sesaat setelah penembakan menyebabkan sejumlah orang terinjak-injak karena berebutan keluar dari arena konser untuk menyelamatkan diri. Kasus penembakan ini dinilai ironis mengingat rapper T.I. menjadi salah satu musisi yang mengkampanyekan bahaya senjata api dalam reality show MTV reality 2009.

9. Penembakan Musisi Christina Grimmie di Konsernya

Pada 2016 di Orlando, Christina Grimmie, bintang pertunjukan bakat The Voice tewas mengenaskan akibat penembakan brutal yang dilakukan Kevin James Loibl di sela-sela konsernya. Saat itu di sela-sela menyanyi, Christina juga melayani permintaan tanda tangan penggemarnya. Pelaku penembakan Kevin James Loibl yang membawa pistol di balik bajunya muncul di tengah kerumunan gadis remaja yang asyik menonton konser Christina. Sesaat kemudian Loibl memuntahkan pelurunya ke arah Christina usai dirinya mengakhiri konser.

10. Dipukuli Sampai Mati di Konser Korn

Ini sebenarnya bukanlah pembunuhan massal, tapi merupakan kasus kematian dengan kekerasan di konser musik grup musik Korn pada 2006. Kasus ini bermula dengan adanya pertengkaran antara dua penonton yakni Michael Scott Axley dan Andrew Richardson yang menyebakan Andrew terbunuh. Perkelahian antara Axley dan Richardson kemudian memicu pertengkaran lebih besar lagi antara rekan-rekan keduanya yang disebut-sebuh mabuk berat.  Akibat perkelahian massal itu membuat Richardson mengalami cedera parah di kepala dan meninggal dua hari kemudian.

Sumber: www.listverse.com
(amm)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top