Mengenal Anemia Defisiensi Zat Besi pada si Kecil, Atasi dengan MPASI
Jum'at, 08 Desember 2023 - 23:00 WIB
loading...
A
A
A
Di Indonesia sendiri kasus AMD sudah banyak terjadi. Pada Penelitian Ringoringo, ditemuian kasus AMD di Kalimantan Selatan sebesar 47,4%.
Insidens ADB pada penelitian ini cenderung lebih tinggi pada bayi yang lahir dari ibu dengan anemia dibandingkan ibu tanpa anemia.
Dokter Lanny mengatakan untuk mengatasi hal itu, tentunya perlu asupan zat besi yang cukup untuk bayi. Pada saat di dalam kandungan, bayi mendapatkan asupan zat besi dari ibunya yang dapat memenuhi kebutuhan zat besi bayi sampai 4 – 6 bulan pertama setelah kelahirannya.
“Bayi yang lahir cukup bulan dan mendapat ASI eksklusif tidak memerlukan suplementasi zat besi. Ketika bayi mencapai usia 4 – 6 bulan, cadangan zat besi mulai habis. Kebutuhan zat besi pada bayi berusia 6 – 11 bulan yaitu 11 mg/hari dimana 97% dari kebutuhan ini harus dipenuhi dari MPASI,” jelas dokter yang menjabat sebagai Staf SMF Kesehatan Anak di RSUP Fatmawati itu.
Dokter Lanny menambahkan para ibu bisa memberikan MPASI rumahan atau MPASI fortifikasi komersial. Kelebihan MPASI rumahan adalah rasa yang beraneka-ragam dan biaya yang murah. Namun MPASI rumahan memiliki risiko lebih tinggi kontaminasi mikroba selama penyiapan, penyimpanan, dan proses pemberian makan, serta kejadian tersedak jika tekstur makan yang diberikan tidak sesuai usia apabila dibandingkan MPASI fortifikasi kemasan.
Insidens ADB pada penelitian ini cenderung lebih tinggi pada bayi yang lahir dari ibu dengan anemia dibandingkan ibu tanpa anemia.
Dokter Lanny mengatakan untuk mengatasi hal itu, tentunya perlu asupan zat besi yang cukup untuk bayi. Pada saat di dalam kandungan, bayi mendapatkan asupan zat besi dari ibunya yang dapat memenuhi kebutuhan zat besi bayi sampai 4 – 6 bulan pertama setelah kelahirannya.
“Bayi yang lahir cukup bulan dan mendapat ASI eksklusif tidak memerlukan suplementasi zat besi. Ketika bayi mencapai usia 4 – 6 bulan, cadangan zat besi mulai habis. Kebutuhan zat besi pada bayi berusia 6 – 11 bulan yaitu 11 mg/hari dimana 97% dari kebutuhan ini harus dipenuhi dari MPASI,” jelas dokter yang menjabat sebagai Staf SMF Kesehatan Anak di RSUP Fatmawati itu.
Dokter Lanny menambahkan para ibu bisa memberikan MPASI rumahan atau MPASI fortifikasi komersial. Kelebihan MPASI rumahan adalah rasa yang beraneka-ragam dan biaya yang murah. Namun MPASI rumahan memiliki risiko lebih tinggi kontaminasi mikroba selama penyiapan, penyimpanan, dan proses pemberian makan, serta kejadian tersedak jika tekstur makan yang diberikan tidak sesuai usia apabila dibandingkan MPASI fortifikasi kemasan.
Lihat Juga :