Mengenal Anemia Defisiensi Zat Besi pada si Kecil, Atasi dengan MPASI
Jum'at, 08 Desember 2023 - 23:00 WIB
loading...
Salah satu penyakit yang rentan dialami balita adalah anemia defisiensi besi. Foto/ eatright.
A
A
A
JAKARTA - Salah satu penyakit yang rentan dialami balita adalah anemia defisiensi besi (ADB), yakni rendahnya kadar hemoglobin akibat kekurangan zat besi dalam tubuh.
Anemia defisiensi besi pada balita tidak terjadi secara tiba-tiba, namun didahului oleh dua tahapan sebelumnya, yaitu deplesi besi (berkurangnya cadangan zat besi, namun kadar hemoglobin masih normal) dan defisiensi besi, di mana kadar hemoglobin sudah menurun.
Baca Juga: 7 Jamu Herbal yang Ditetapkan UNESCO sebagai Warisan Budaya Tak Benda
“Bayi yang mengalami deplesi besi dan tidak ditangani dengan baik akan mengalami defisiensi besi. Jika kondisi defisiensi besi tidak juga di tangani segera, maka bayi akan mengalami ADB,” ujar Dokter Spesialis Anak dan Ahli Nutrisi DR dr Lanny Christine Gultom, SpA(K).
Dokter Lanny menjelaskan anemia defisiensi besi dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti suplai zat besi yang rendah (prematuritas, pemberian MPASI yang terlambat, diet vegetarian, gangguan menelan), peningkatan kebutuhan besi (usia bayi, berat badan lahir rendah, pertumbuhan cepat pada masa pubertas (pubertal growth spurt)), penurunan penyerapan besi di saluran cerna (penyakit inflammatory bowel diseases, infeksi helicobacter pylori), dan perdarahan (menstruasi yang sering dan berlebih, alergi susu sapi).
Anemia defisiensi besi pada balita tidak terjadi secara tiba-tiba, namun didahului oleh dua tahapan sebelumnya, yaitu deplesi besi (berkurangnya cadangan zat besi, namun kadar hemoglobin masih normal) dan defisiensi besi, di mana kadar hemoglobin sudah menurun.
Baca Juga: 7 Jamu Herbal yang Ditetapkan UNESCO sebagai Warisan Budaya Tak Benda
“Bayi yang mengalami deplesi besi dan tidak ditangani dengan baik akan mengalami defisiensi besi. Jika kondisi defisiensi besi tidak juga di tangani segera, maka bayi akan mengalami ADB,” ujar Dokter Spesialis Anak dan Ahli Nutrisi DR dr Lanny Christine Gultom, SpA(K).
Dokter Lanny menjelaskan anemia defisiensi besi dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti suplai zat besi yang rendah (prematuritas, pemberian MPASI yang terlambat, diet vegetarian, gangguan menelan), peningkatan kebutuhan besi (usia bayi, berat badan lahir rendah, pertumbuhan cepat pada masa pubertas (pubertal growth spurt)), penurunan penyerapan besi di saluran cerna (penyakit inflammatory bowel diseases, infeksi helicobacter pylori), dan perdarahan (menstruasi yang sering dan berlebih, alergi susu sapi).
Lihat Juga :