Pita Suara Remaja Ini Lumpuh Akibat Infeksi Covid-19
Jum'at, 22 Desember 2023 - 10:45 WIB
loading...
A
A
A
Ini merupakan imobilitas kedua pita suara yang terdapat pada laring atau kotak suara. Para dokter kemudian menyimpulkan kelumpuhan ini terjadi karena efek hilir dari Covid-19 lantaran setelah pemeriksaan tidak ditemukan penyebab lain.
Akibatnya, remaja tersebut memerlukan pembedahan trakeostomi, sebuah pembuatan lubang di tenggorokan di bawah kotak suaranya. Hal ini bertujuan utuk menunjang pernapasannya selama lebih dari setahun.
Para ahli mengatakan bahwa kasus kelumpuhan pita suara pada remaja setelah diagnosis Covid-19 merupakan yang pertama terjadi. Meski ada laporan mengenai kondisi tersebut pada orang dewasa.
Kasus tersebut menunjukkan bahwa kelumpuhan pita suara merupakan komplikasi virus yang berhubungan dengan sistem saraf (neuropatik), selain komplikasi neurologis yang sudah umum terjadi pada anak-anak dan orang dewasa.
Baca Juga: Ini Langkah Kemenkes untuk Antisipasi Kenaikan Kasus Covid-19 Jelang Libur Nataru
“Virus ini telah menyebabkan komplikasi neurologis, termasuk sakit kepala, kejang, dan neuropati perifer,” tulis ahli THT Danielle Larrow dan Christopher Hartnick dari Mass Eye and Ear di Harvard Medical School.
Akibatnya, remaja tersebut memerlukan pembedahan trakeostomi, sebuah pembuatan lubang di tenggorokan di bawah kotak suaranya. Hal ini bertujuan utuk menunjang pernapasannya selama lebih dari setahun.
Para ahli mengatakan bahwa kasus kelumpuhan pita suara pada remaja setelah diagnosis Covid-19 merupakan yang pertama terjadi. Meski ada laporan mengenai kondisi tersebut pada orang dewasa.
Kasus tersebut menunjukkan bahwa kelumpuhan pita suara merupakan komplikasi virus yang berhubungan dengan sistem saraf (neuropatik), selain komplikasi neurologis yang sudah umum terjadi pada anak-anak dan orang dewasa.
Baca Juga: Ini Langkah Kemenkes untuk Antisipasi Kenaikan Kasus Covid-19 Jelang Libur Nataru
“Virus ini telah menyebabkan komplikasi neurologis, termasuk sakit kepala, kejang, dan neuropati perifer,” tulis ahli THT Danielle Larrow dan Christopher Hartnick dari Mass Eye and Ear di Harvard Medical School.
Lihat Juga :