Sambangi Keraton Surakarta Hadiningrat, Alam Ganjar Harap Lebih Banyak Anak Muda Lestarikan Budaya Leluhur
Rabu, 27 Desember 2023 - 17:07 WIB
loading...
A
A
A
Adapun perpindahan dari Keraton Kartasura ke Keraton Surakarta juga disebabkan oleh adanya peristiwa Geger Pecinan pada tahun 1740-an.
Dari kedatangannya tersebut, Alam mengaku banyak informasi dan pengetahuan yang diperoleh tentang bagaimana peradaban bangsa ini terbentuk. Keraton Surakarta, menurutnya, jadi bukti kuat dari terbentuknya nilai dan norma yang melekat dari jati diri setiap masyarakat, terutama Jawa.
Baca Juga: Tiket Masuk Pantai di Gunungkidul Naik, Segini Harganya
Melalui kunjungannya, Alam berharap lebih banyak anak muda yang mau turun dan terlibat dalam melestarikan kebudayaan warisan leluhur.
"Harapannya warna putih biru (kesultanan) ini masih bisa tetap lestari dan juga lebih banyak lagi teman yang berpartisipasi aktif untuk menjaga karena bisa dilihat masih butuh napas anak muda untuk mengabdikan passion-nya terhadap peninggalan sejarah kesultanan Surakarta," ungkap Alam.
"Ini dasar budaya yang luar biasa kuat dan sudah menjadi darah daging khususnya bagi masyarakat, tidak hanya Surakarta tapi melebar ke daerah sekitar," pungkasnya.
Dari kedatangannya tersebut, Alam mengaku banyak informasi dan pengetahuan yang diperoleh tentang bagaimana peradaban bangsa ini terbentuk. Keraton Surakarta, menurutnya, jadi bukti kuat dari terbentuknya nilai dan norma yang melekat dari jati diri setiap masyarakat, terutama Jawa.
Baca Juga: Tiket Masuk Pantai di Gunungkidul Naik, Segini Harganya
Melalui kunjungannya, Alam berharap lebih banyak anak muda yang mau turun dan terlibat dalam melestarikan kebudayaan warisan leluhur.
"Harapannya warna putih biru (kesultanan) ini masih bisa tetap lestari dan juga lebih banyak lagi teman yang berpartisipasi aktif untuk menjaga karena bisa dilihat masih butuh napas anak muda untuk mengabdikan passion-nya terhadap peninggalan sejarah kesultanan Surakarta," ungkap Alam.
"Ini dasar budaya yang luar biasa kuat dan sudah menjadi darah daging khususnya bagi masyarakat, tidak hanya Surakarta tapi melebar ke daerah sekitar," pungkasnya.
(tsa)
Lihat Juga :