CERMIN: Waluyo Kehilangan Uang, Rumah, Keluarga, dan Harga Dirinya
Jum'at, 29 Desember 2023 - 07:01 WIB
loading...
A
A
A

Foto: Visinema Pictures
Juga yang perlu diberi kredit khusus adalah bagaimana Angga mengemas isu politis secara halus dalam dua film aksinya yang disebutkan di atas. Tak sekedar politis tapi juga berusaha terkoneksi dengan apa yang terjadi pada level masyarakat tertentu.
Dalam Mencuri Raden Saleh, kita terkoneksi dengan Piko dan bagaimana ia mencoba menyelamatkan ayahnya. Sementara dalam 13 Bom di Jakarta, kita bertemu dengan Ismail, juga Waluyo, yang terasa dekat dengan banyak dari kita yang mengalami kekalahan, depresi, dan berjuang mengais kembali sisa-sisa harga dirinya hingga hari ini.
Baca Juga: CERMIN AWARDS: 10 Film dan Serial Indonesia Terbaik 2023
Saya membayangkan setelah dua film aksi yang digarap Angga, ia terus meningkatkan level permainannya. Mungkin dengan menggarap film aksi dari kisah nyata. Mungkin peristiwa pembajakan pesawat Garuda DC-9 Woyla, perampokan 11 permata di Museum Gajah oleh Kusni Kasdut, atau diracuninya tokoh pejuang HAM, Munir, di atas pesawat yang terbang dari Jakarta ke Amsterdam?
13 Bom di Jakarta
Produser: Taufan Adryan
Sutradara: Angga Dwimas Sasongko
Penulis Skenario: Irfam Ramly, Angga Dwimas Sasongko
Pemain: Rio Dewanto, Putri Ayudya, Chicco Kurniawan
Ichwan Persada
Sutradara/produser/penulis skenario, pernah menjadi dosen di Universitas Padjajaran dan SAE Institute, bisa dikontak via Instagram @ichwanpersada
(ita)
Lihat Juga :