CERMIN: Hilde, Darby, dan Detektif Generasi Z
Sabtu, 30 Desember 2023 - 06:59 WIB
loading...
A
A
A
Petualangannya dengan Bill dan penjelajahannya mencari pembunuh yang telah menghabisi nyawa banyak perempuan membuatnya menulis buku The Silver Doe. Buku ini juga menarik perhatian dari miliuner, Andy Ronson, yang kelak mengundangnya dalam sebuah retreat jauh di Islandia. Sejumlah orang terpilih dikumpulkan di tempat terpencil dan membaca judul serial ini, kita tentunya sudah bisa menebak apa yang akan terjadi.
Tapi A Murder at the End of the World bukanlah sekadar karya tipikal mengupas siapa dalang pembunuhan yang terjadi di sana. Duo kreator Zal Batmanglij dan Brit Marling memasukkan bumbu isu khas yang terasa darurat sekaligus relevan dibicarakan hari-hari ini.
![CERMIN: Hilde, Darby, dan Detektif Generasi Z]()
Foto: Disney+
Dari soal perubahan iklim yang disinyalir akan berlangsung lebih cepat dari yang seharusnya, dan bagaimana Artificial Intelligence (Andy lebih suka menyebutnya Alternative Intelligence) mengambil alih banyak hal dari kehidupan pribadi kita. Juga bagaimana kekayaan tak terhingga dan kekuasaan tak terbatas bisa disalahgunakan hingga kekerasan terhadap perempuan.
Sekilas di atas kertas mungkin terasa terlalu banyak tapi percayalah, semua bumbu tersebut bisa diracik dengan takaran yang pas sehingga terasa mengalir alamiah dalam urat nadi cerita serial tujuh episode yang tayang di Disney+ tersebut.
Selain pergeseran usia, kita juga melihat bahwa sosok detektif tak lagi digambarkan sekaku Hercule Poirot, detektif masyhur yang muncul dalam banyak kisah yang ditulis Agatha Christie. Atau dibuat mirip dengan Benoit Blanc dalam dwilogi Knives Out yang juga terinspirasi dari Hercule.
Kini kita berhadapan dengan detektif perempuan muda, dengan wajah polos tak berdosa, dengan rambut dicat pink dan melek teknologi. Hilde dan Darby adalah detektif generasi Z yang mengambil alih tongkat estafet dari Hercule dan Benoit.
Namunkasus pembunuhan yang terjadi di dunia ini berusia sepanjang manusia hidup di bumi. Motifnya hampir selalu berulang, sering kali karena kecemburuan, nafsu, juga sering kali dilakukan seorang psikopat yang terlalu banyak waktu luang.
![CERMIN: Hilde, Darby, dan Detektif Generasi Z]()
Foto: Disney+
Tapi A Murder at the End of the World bukanlah sekadar karya tipikal mengupas siapa dalang pembunuhan yang terjadi di sana. Duo kreator Zal Batmanglij dan Brit Marling memasukkan bumbu isu khas yang terasa darurat sekaligus relevan dibicarakan hari-hari ini.

Foto: Disney+
Dari soal perubahan iklim yang disinyalir akan berlangsung lebih cepat dari yang seharusnya, dan bagaimana Artificial Intelligence (Andy lebih suka menyebutnya Alternative Intelligence) mengambil alih banyak hal dari kehidupan pribadi kita. Juga bagaimana kekayaan tak terhingga dan kekuasaan tak terbatas bisa disalahgunakan hingga kekerasan terhadap perempuan.
Sekilas di atas kertas mungkin terasa terlalu banyak tapi percayalah, semua bumbu tersebut bisa diracik dengan takaran yang pas sehingga terasa mengalir alamiah dalam urat nadi cerita serial tujuh episode yang tayang di Disney+ tersebut.
Selain pergeseran usia, kita juga melihat bahwa sosok detektif tak lagi digambarkan sekaku Hercule Poirot, detektif masyhur yang muncul dalam banyak kisah yang ditulis Agatha Christie. Atau dibuat mirip dengan Benoit Blanc dalam dwilogi Knives Out yang juga terinspirasi dari Hercule.
Kini kita berhadapan dengan detektif perempuan muda, dengan wajah polos tak berdosa, dengan rambut dicat pink dan melek teknologi. Hilde dan Darby adalah detektif generasi Z yang mengambil alih tongkat estafet dari Hercule dan Benoit.
Namunkasus pembunuhan yang terjadi di dunia ini berusia sepanjang manusia hidup di bumi. Motifnya hampir selalu berulang, sering kali karena kecemburuan, nafsu, juga sering kali dilakukan seorang psikopat yang terlalu banyak waktu luang.

Foto: Disney+
Lihat Juga :